19 October 2019

9 Tips Baca Puisi ala Chavchay Syaifullah

KONFRONTASI-Bagi Anda yang senang membaca puisi di hadapan publik, berikut 9 tips dari penyair Chavchay Syaifullah yang perlu Anda ketahui.

1. Seni pembacaan puisi mengalami perkembangan yang dinamis. Dari sekadar dibaca di ruang baca atau di kamar, hingga dibaca di hadapan penonton dalam jumlah besar. Sebab itu pembacaan puisi menuntut disiplintersendiri, yang terpisah dari disipilin penulisan puisi.

2. Disiplin pembacaan puisi di hadapan publik menuntut keterkaitan dengan seni-seni lainnya, antara lain: seni vokal, seni akting, seni musik, seni tari, dan seni multimedia. Keterampilan olah vokal dan olah tubuh menjadi halutama untuk mengekspresikan puisi. 

3. Seni akting dibutuhkan untuk mengeksplorasi kekuatan makna puisi. Seni musik dibutuhkan untuk membentuk suasana puitik. Seni tari dibutuhkan untuk menjadikan gerak tubuh mempunyai makna baru. Multimedia menjadi sesuatu yang bisa membuat pembacaan puisi sebagai hiburan yang berbudaya.

4. Pembacaan puisi harus dilakukan dengan total agar makna di dalam puisi tersampaikan dengan baik kepada pendengar atau penonton. Pembacaan puisi, karenanya, perlu dikatakan sebagai upaya transformasi dari apresiasi pembaca dengan karakter dan teknik pembacaannya, menuju apresiasi dari penonton.

5. Latihan membaca puisi di hadapan publik bisa dimulai dengan membaca seorang diri di dalam hati, sambil membayangkan gerakan-gerakan yang dibutuhkan sesuai teks puisi. Setelah itu mulai dilafalkan dengan jenisvokal yang dibutuhkan dan mulai menyesuaikan gera. Latihan selanjutnya perlu dilakukan di depan cermin, sambil melakukan evaluasi diri.

6. Latihan baca puisi yang paling pertama harus diketahui dan dilakukan, namun paling disepelekan, adalah latihan cara berdiri. Banyak orang terbiasa tampil di hadapan publik mengabaikan cara berdirinya. Sehinggaproses pembacaannya terganggu dan terancam tampil buruk. Cara berdiri pembaca puisi harus menunjukkan bahwa ia berdiri di hadapan publik untuk membaca puisi, bukan untuk yang lainnya. Dilanjutkan dengan latihanolah vokal, gerak, mimik wajah dst.

7. Pembacaan puisi dengan gaya poetry reading, deklamasi, resital, maupun teatrikal tetap harus bermuara pada upaya menunjukkan kekuatan puisi yang dibaca atau diucapkan. Karena itu, pembaca puisi harus mengertisecara baik dan mendalam kandungan makna puisi yang dibacanya.

8. Membaca puisi perlu dilakukan dengan perasaan tenang dan menjadikan penonton sebagai orang yang ingin secara bersama-sama menangkap makna puisi yang dibacakan. Keyakinan bahwa pembaca dan pendengarsama-sama berada dalam posisi yang sama-sama ingin menangkap makna puisi, maka jarak pembaca dan pendengar semakin dekat. Maka ketika kedua pihak saling merasa dekat, puisi pun merembas di hati masing-masing.

9. Jika semua persiapan sudah dilakukan, namun tiba-tiba Anda merasakan grogi, malu, atau takut yang hebat, segera lakukan pengalihan konsentrasi terhadap orang-orang di hadapan Anda. Yakinkan diri Anda bahwa mereka yang ada di hadapan Anda bukanlah manusia, apalagi manusia yang Anda kenal atau manusia yang membuat Anda tidak nyaman, melainkan batu atau pohon atau besi atau semacamnya. Dalam kondisi semacamitu, saya sendiri sering mengalihkan mereka yang ada di hadapan saya sebagai patung monyet. Dengan begitu saya merasa nyaman dan rileks. Sebab untuk apa pula saya malu atau takut dengan patung monyet? Selamat berlatih!

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...