16 December 2017

60 Tahun Antropologi Fisip UI Dirayakan dengan Bedah Buku

KONFRONTASI- Perayaan 60 tahun Antropologi Fisip Universitas Indonesia Kamis 7 Desember 2017,  diwarnai dengan upaya membangkitkan apresiasi pada karya-karya para mahasiswa antropologi dan peneliti  yang mampu menunjukkan bahwa ilmu Antropologi dan disiplinilmu sosial/humaniora senantiasa relevan dan  mampu menyumbangkan peran, makna dan manfaatnya bagi  pendidikan, pembangunan dan demokrasi ke depan, bahkan dalam bidang hubungan internasional, etnografi dan netnografi dalam antropologi/sosiologi politik, mampu memperkuat perkembangan ilmu hubungan internasional di era globalisasi dewasa ini.

Demikian benang merah pandangan yang berkembang dalam  acara Perayaan 60 tahun Antropologi Fisip Universitas Indonesia di Depok, yang khidmat dan sahaja. Hadir berbicara dalam forum itu Prof Ahmad Fedyani , Prof Toni Ardiansyah, Dr Dian Sulistyawati, Herdi Sahrasad, Sholehudin Azis, Arif Wicaksono, Yanuardi Syukur dkk  dan para mahasiswa Antropologi Fisip UI. Forum akademis ini dipandu oleh Rhino, dosen Antropologi UI.  Dalam forum itu dibahas  dan dibedah tiga buku  yakni Mozaik Kemanusiaan, Tumbuh dalam Kebudayaan, dan Satu Guru Tiga Ideologi.

‘’Kita mendorong dan menyambut baik civitas academica Antropologi untuk berkarya selama 60 tahun kehadiran Antropologi Fisip UI ini,’’ kata Ilmuwan Senior Pusat Kajian Antropologi UI, Prof Ahmad Fedyani.

Foto Sholehudin A Aziz.

Dian Sulistywati, Ridwan Bachtra, dan Sholehudin Azis, dosen UIN Jakarta menekankan, semua buku yang dibedah dalam forum Anropologi UI ini sangat menarik dan kontekstual dengan kekinian. ‘’Masing masing memberikan sumbangsihnya dan relevansinya dengan situasi sekarang,’’ kata Dr Dian Sulistyawati dan Ridwan Bachtra dan Sholehudin  Azis.

Diskusi itu berlangsung hangat dan melebihi batas waktu karena para panelis dan penulis beserta partisipan saling mengisi dengan argumentasi dan pertanyaan yang beragam dan menarik, dari relevansi Antropologi dengan pendidikan dan pembangunan di negeri ini, sampai dengan perkembangan baru sumbangsih Antropologi dalam ilmu dan praktek Hubungan Internasional dewasa ini.

‘’Ilmu Hubungan Internasional diperkuat Etnografi dan Netnografi dari Antropologi, suatu perkembangan baru yang memikat praktisi politik internasional maupun para akademisi,’’ kata Herdi Sahrasad, dosen Universitas Paramadina.

Merefleksikan kiprah disiplin Antropologi dalam pembangunan dan transformasi sosial di tanah air,  AMINEF bekerja sama dengan Departemen Antropologi FISIP UI menyelenggarakan Konferensi bertajuk Refleksi Kontribusi Antropologi untuk Indonesia, pada 14 dan 15 September lalu bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono . Selain Dr. Kartini Sjahrir, alumni Fulbright sekaligus Direktur Eksekutif AMINEF Mr. Alan Feinstein turut hadir sebagai Keynote Speaker. Sementara pada sesi presentasi pleno, US Fulbright Scholar Dr. Rupert Stasch dari University of Cambridge membahas studi kasus perubahan politik lokal pada masa pemekaran di Papua, sementara alumni Fulbright Indonesia Dr. Fadjar Thufail membahas tentang kontribusi alumni Fulbright terhadap perkembangan ilmu sosial/humaniora di Indonesia. (LKF)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...