28 March 2020

“Muslim College London” Ingin Belajar Islam di Universitas Muhammadiyah Malang

KONFRONTASI -    Asisten Rektor Bidang Kerja Sama Luar Negeri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Soeparto mengemukakan “Muslim College London” (Sekolah Tinggi Muslim, red) Inggris ingin mempelajari tentang Islam di Indonesia di kampus tersebut.

“‘Muslim College London’ ini ingin mempelajari Islam di Indonesia yang merupakan negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia. Mereka juga ingin mempelajari soal budaya, sejarah, dan berbagai hal tentang Indonesia,” kata ia, kepada pewarta berita, di Malang, Jawa Timur, Selasa (16/02).

Ia mengatakan, keinginan Muslim College London itu disampaikan oleh Kepala Muslim College London, Dr Mohamed M. Benotman dan Koordinator bidang akademik, Dr Faissal Hameed.

“Senin (15/2) lalu, mereka memberikan kuliah tamu bagi dosen UMM dan mereka mengungkapkan keinginannya itu,” ujar ia menambahkan.

Dalam kunjungannya ke UMM yang dikemas dalam kuliah tamu itu, delegasi dari Muslim College London juga menjajaki kerja sama dengan UMM di bidang pertukaran dosen dan mahasiswa hingga kemudahan dan pengurangan biaya kuliah bagi dosen yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 di Muslim College.

Dalam waktu dekat ini, lanjutnya, dosen-dosen dari UMM akan diundang untuk mengikuti kuliah tamu mengenai keislaman atau Indonesia di kampus terrebut. “Mahasiswa UMM yang ingin melanjutkan studi S2 maupun S3 juga diberi kemudahan kuliah di Muslim College,” katanya.

Sementara itu, untuk Muslim College, UMM menawarkan beberapa program “summer courses” yang dimiliki UMM. Dosen-dosen di Muslim College juga bisa diundang untuk menjadi pemateri kuliah tamu di UMM. Dan, kerja sama tersebut dimulai pada tahun ini juga.

Soeparto mengatakan seperti yang dipaparkan Dr Mohamed M. Benotman, pada 1971 silam, populasi warga muslim di UK hanya sekitar 500 ribu orang dan hanya ada 30 masjid saat itu. Pada 2011 meningkat menjadi 1.500 Masjid dan sekitar 5 juta jiwa warga Muslim.

Sedangkan, Mahasiswa yang kuliah di Muslim College sebagai kampus Muslim pertama di Inggris tidak hanya orang Islam yang berkuliah, tapi juga beberapa agama seperti Kristen dan Yahudi.

Mereka kuliah di Muslim College karena ingin mengerti dan memahami tentang Islam, sehingga akan terjadi toleransi yang baik antar umat beragama di Inggris.

Meskipun Islam adalah agama minoritas di UK, Islam sudah dihargai di negara tersebut, bahkan Pangeran Charles juga menjadi sahabat baik Muslim College. Pewaris tahta kerajaan Inggris itu sering berkunjung ke kampus Muslim College dan berdialog tentang perkembangan Islam di negeri itu.

Rektor UMM, Fauzan mengatakan perkembangan Islam di Indonesia dan Inggris itu berbeda. Islam di Indonesia itu berkembang dari lahir, sedangkan di Inggris Islam berkembang dari dakwah.

“Kami berharap peran Muslim College di Inggris mampu menjadikan Islam semakin berkembang di negeri itu,” kata Fauzan.(Juft/Aktual)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...