18 November 2019

‘Cinta Tak Pernah Sederhana’, Konser Musikal yang Mengangkat Puisi-Puisi Cinta Indonesia

KONFRONTASI -  

Sebagai bentuk komitmen dalam mengangkat karya sastra Indonesia terutama puisi ke dalam seni pertunjukan, PT Balai Pustaka bekerja sama dengan Titimangsa Foundation segera menghadirkan konser musikal ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’ yang digelar pada 16-17 Maret 2019 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Penyelenggaraan konser musikal ini sejalan dengan visi dan misi Balai Pustaka sebagai korporasi pelestari dan pengembang budaya. Melalui pementasan ini, harapannya masyarakat Indonesia menjadi lebih mencintai karya-karya sastra Indonesia yang berperan dalam membangun karakter bangsa yang cerdas dan berbudaya,” ujar Direktur Utama PT Balai Pustaka, Achmad Fachrodji dalam siaran pers yang diterima Gatra.com, Senin (11/3).

Konser musikal ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menghidupkan karya sastra Indonesia, sehingga pembentukan karakter dan kecintaan pada Tanah Air semakin nyata. Indonesia banyak memiliki penyair yang puisi-puisinya menjadi sebuah penanda perkembangan intelektual bangsa.

Kurang lebih ada 26 penyair Indonesia yang penggalan karya puisinya dijadikan dialog dalam pementasan ini. Puisi-puisi itu disusun menjadi percakapan atau dialog, nyanyian, dan diwujudkan ke dalam tata visual yang indah dan megah dalam bentuk konser musikal.

“Salah seorang penyair yang puisinya ada di pementasan ini adalah Soebagio Sastrowardoyo yang menjabat direktur perusahaan penerbitan Balai Pustaka. Kiprah beliau dan penyair-penyair Indonesia lainnya inilah yang harus disebarluaskan kepada generasi saat ini,” lanjut Fachrodji.

Happy Salma selaku founder Titimangsa Foundation sekaligus penikmat karya sastra di Indonesia, membeberkan bahwa konsep konser musikal ini sudah ada sejak 2 tahun yang lalu.

“Dalam obrolan bersama Agus Noor, saya menyampaikan suatu kemungkinan pemanggungan puisi-puisi cinta karya para penyair Indonesia. Pentas yang berbeda dengan pembacaan puisi atau deklamasi. Akhirnya terjadi konsep pertunjukan yang tidak terduga, menghadirkan puisi-puisi karya penyair Indonesia ke panggung dengan suatu alur kisah dalam percakapan dan nyanyian,” ungkap Salma.

Aktris sekaligus model kelahiran 1980 itu juga menjelaskan pementasan ini cukup istimewa baginya dan aktor yang terlibat. Menurut Salma, mereka tidak hanya berakting, tetapi juga dituntut untuk dapat mengucapkan puisi menjadi terlihat wajar dan seperti dialog pada umumnya. Sesuatu hal yang harus dilakukan hati-hati, atau dialog tersebut akan terdengar seperti sekadar deklamasi puisi. “Pertunjukan seperti ini nyaris tak pernah ada,” lanjutnya.

Konser musikal ini akan menampilkan aktor terbaik Indonesia, yaitu Reza Rahadian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Atiqah Hasiholan, Sita Nursanti, Teuku Rifnu Wikana, Butet Kartaredjasa, serta Wawan Sofwan, Iswadi Pratama dan penyair Warih Wisatsana akan berperan sebagai Narator. Selain itu juga menghadirkan penyanyi Daniel Christianto, Sruti Respati, Heny Janawati, dan pemain harpa Indonesia, Maya Hasan. 

Pementasan ini merupakan kolaborasi antara Happy Salma sebagai produser, Agus Noor sebagai sutradara dan penulis naskah, Iskandar Loedin sebagai penata artistik, Handradjasa sebagai penata rias, dan Hagai Pakan sebagai penata kostum.

Pemain-pemain dalam pementasan ini dikabarkan hampir semua bernyanyi dengan diiringi musik dari Penata Musik Bintang Indrianto dan koreografi garapan Koreografer Josh Marcy. Pementasan kali ini juga menampilkan sesuatu yang berbeda dengan adanya kolaborasi seni pertunjukan dengan fashion. Pemain akan mengenakan busana khusus menggunakan kain tenun Baron yang dibuat oleh designer Biyan.

(Jft/GATRA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...