27 May 2018

Tokoh

RR: Saya Mau Jadi Presiden Karena 40 Persen Rakyat Masih Miskin

KONFRONTASI- Ekonom senior DR Rizal Ramli (RR) mengamini doa agar dirinya terpilih sebagai Presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

Diam-diam, Polisi Sudah Periksa 3 Menteri Terkait Reklamasi Jakarta

KONFRONTASI -  Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa tiga menteri Kabinet Jokowi-JK terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek reklamasi Pantai  Utara Jakarta. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. 

Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, penyidik telah memeriksa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar terkait kasus reklamasi yang saat ini sedang ditangani polisi. Namun, Adi enggan menjelaskan lebih detail kapan dan hasil pemeriksaan tersebut. 

Serikat Pekerja, Ekstraparlementer dan Arah Politik Pilpres 2019

KONFRONTASI -  Gerakan Ekstraparlementer, tak bisa dipisahkan dalam proses politik. Karena gerakan ini sejatianya merupakan tindakan politik yang dilakukan secara sistematis, dengan atau melalui cara-cara di luar proses politik formal misalnya parlemen atau legislatif.

Ekstraparlementer sering dilakukan dalam upaya mengkritisi kebijakan penguasa yang dinilai merugikan kepentingan publik, dan dalam Negara yang menganut sistem demokrasi, gerakan ekstraparlementer dilakukan dengan berbagai cara, seperti aksi massa (demonstrasi), pemogokan dan lainnya. 

Debat Utang dengan Sri Mulyani, Rizal Ramli: Saya Senang, Kita Kan Mau Diskusi

KONFRONTASI -   Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli masih menunggu jawaban terkait ajakan debat dengan Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati tentang utang. Hingga saat ini dirinya masih belum menerima jawab resmi dari Sri Mulyani Indrawati terkait ajakan tersebut.

Dirinya bahkan kembali menyindir Sri Mulyani yang tidak memiliki nyali untuk menjawab tantangan tersebut. Bahkan dirinya menyebut jika Sri Mulyani hanya mengadu domba dan terkesan bersembunyi di tengah masyarakat yang mengidolakannya.

'Presiden Termiskin' Jose Mujica Jawab Pertanyaan Dari Indonesia

KONFRONTASI -  Mantan Presiden Uruguay Jose "Pepe" Mujica yang menjadi simbol hidup sederhana menjawab pertanyaan dari Indonesia dalam wawancara khusus yang dilakukan BBC di peternakannya.

Berkaca dari Kesederhanaan Jose Mujica

KONFRONTASI -  José Alberto Mujica Cordano (pengucapan bahasa Spanyol: [xoˈse alˈβerto muˈxika korˈðano], adalah seorang yang dikenal  sebagai El Pepe (lahir di Montevideo, Uruguay, 20 Mei 1935; umur 82 tahun) adalah Presiden Uruguay. Ia mulai menjabat sebagai Presiden Uruguay dari tanggal 1 Maret 2010 hingga 2015.

Namanya lebih banyak diucapkan secara pendek saja,  yaitu José Mujica adalah seorang keturunan Italia. Selain dikenal sebaggai ‘El-Pepe’, juga dikenal sebagai presiden termiskin didunia.

Diluncurkan Program Pesantrenpreneur: Jokowi akan Resmikan Gerai Ummart Di Pasuruan

KONFRONTASI -  Presiden Joko Widodo dijadwalkan bakal menghadiri peluncuran program Pesantrenpreneur yang digagas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sekaligus meresmikan Ummart di Pesantren Bayt Al-Hikmah, Pasuruan pada Sabtu (12/5/2018).

Ketua Hipmi Jawa Timur, Mufti Anam mengatakan peluncuran program Pesantrenpreneur juga bakal dihadiri sejumlah menteri, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, para kepala daerah, Ketua Hipmi Pusat Bahlil Lahadalia, dan sejumlah tokoh nasional.

Yudi Latif: Pancasila Bukan Sekedar Ornamen Pembelajaran

KONFRONTASI-Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif berharap upaya penanaman ideologi Pancasila di kampus kembali diperkuat mengingat perebutan berbagai macam ideologi ada di lembaga pendidikan tinggi itu.

"Penanaman nilai-nilai Pancasila perlu disemai kembali karena ruang kontestasi ideologi ruang rebutnya ada di kampus," kata Yudi Latif saat Seminar dan Bedah Buku "Pancasila Sebagai Orientasi Mewujudkan Peradaban Kasih" di Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, Jumat.

Menurut Yudi, selama 20 tahun pascareformasi, nilai-nilai Pancasila tidak lagi menjadi subjek penting yang intensif ditanamankan mulai level pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Padahal, simpul perekat ikatan antarmasyarakat ada pada nilai-nilai Pancasila.

Menurut dia, tanpa ada gerakan yang masif untuk kembali menghidupkan penanaman ideologi pancasila, paham-paham transnasional, termasuk radikalisme mudah menyusup di ruang-ruang pendidikan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Badan Intelijen Nasional (BIN) Tahun 2017, menyebutkan bahwa sekitar 39 persen mahasiswa terpapar paham radikalisme.

Ia menilai selama ini subjek penting dalam pendidikan di Indonesia hanya difokuskan pada pencapaian kecerdasan personal. Akibatnya, penghargaan prestasi akademik secara peresonal yang selalu menjadi ukuran.

Oleh sebab itu, menurut Yudi, penting bagi perguruan tinggi menyadari bahwa selain memacu kecerdasan personal juga perlu ditanamkan kecerdasan kekeluargaan melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

"Jadi Pancasila bukan sekadar ornamen pembelajaran, tetapi merupakan fundamen penting dalam pembelajaran," kata dia.

Pendiri Demokrat: Kita Butuh Penyelamat Seperti Rizal Ramli

KONFRONTASI- Pengusaha Kondang Vence Rumangkang mengatakan, Indonesia butuh sosok penyelamat yang berkompeten di bidang ekonomi. Terlebih di tengah nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap dolar, dimaba Rupiah saat ini makin terjerembab di level Rp14.000 per USD.

Menurutnya, Indonesia akan menghadapi ancaman krisis ekonomi yang berkepanjangan. Sementara pelemahan rupiah yang disinyalir akan terus merosot tajam. Indonesia butuh seorang penyelamat yang paham ekonomi makro dan mikro.

Bertemu Moeldoko, Rizal Ramli: Kasih Tahu Saya Mau Jadi Capres

KONFRONTASI-Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, menemui Kepala Staf Presiden Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat siang, 11 Mei 2018.

"Say hello, kasih tahu saya mau maju jadi capres (calon presiden)," kata Rizal Ramli usai bertemu Moeldoko.

Pages