22 February 2018

Tokoh

Wagub DKI Jakarta ngin Proses Hukum Sodetan Ciliwung Selesai

KONFRONTASI -  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno ingin kasus Sodetan Ciliwung segera selesai. Dengan begitu, proyek pembangunan Sodetan Ciliwung bisa segera dilanjutkan.

"(Pemprov DKI) berkoordinasi dengan pemerintah pusat dengan (kementerian) PUPR kita ingin itu terealisasi cepat, bagaimana proses hukum yang berjalan, dan itu kita bisa inovasikan sehingga bisa mencapai kesepakatan dengan warga," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/2).

Mencuat Dwifungsi Polri, Inilah Ancaman Nyata (Partai) Demokrasi Indonesia

KONFRONTASI -  “Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Tidak berguna, bubarkan saja, Diganti Menwa, ya sama saja, Lebih baik diganti Pramuka…”

Kutipan di atas merupakan lagu yang dikumandangkan mahasiswa dalam berbagai aksi di penghujung jatuhnya orde baru. Lagu ini berisi kekecewaan mahasiswa terhadap praktik represif ABRI atau militer selama era kepemimpinan Soeharto.

Tolak Pasal Penghinaan Presiden

 Oleh Andrianto SIP
 

 

Saat Orba berkuasa pasal penghinanaan Presiden disebut Hatzaai Artikelen/pasal karet yang diadopsi Belanda dari Inggris saat sedang berkuasa di India. Para pejuang kemerdekaan India antara lain Gandi, Nehru, Jinah merasakan kejamnya pasal ini. 

Indonesia Mencari Pemimpin Kualitas Global, Bukan Gombal !

KONFRONTASI- “Gus Dur mau menyerahkan cap Garuda Indonesia kepada siapa? Saya atau Widjojo? Kalau mau diserahkan kepada orang lain, silakan. Tapi saya mundur dari jabatan Menko Perekonomian,” kata Rizal Ramli dengan nada datar, tapi tegas.

Tags: 

Unknown PKS, Politik, Dan Kartu Kuning

KONFRONTASI  -   Ketua BEM UI Zaadit Taqwa, yang mengacungkan 'kartu kuning' ke Presiden Jokowi, diisukan sebagai kader PKS karena akun Twitter @Zaaditt. Namun Zaadit membantah dirinya kader partai berlambang bulan sabit kembar itu.

 

"Ah PKS nggak, nggak ada buktinya juga," kata Zaadit kepada wartawan di gedung Pusgiwa UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

 

SBY Laporkan FW ke Bareskrim Polri - Pengacara Setnov Sebut, Saya Rakyat Biasa

KONFRONTASI -  Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya mengatakan apa yang disampaikannya adalah bagian proses persidangan.

Karena itulah dia menanggapi santai langkah Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yang melaporkannya ke Bareskrim Polri atas tuduhan penggiringan opini dalam persidangan e-KTP.

Seharusnya, lanjut Firman, presiden ke-6 RI tersebut bisa menghormati proses persidangan. Karena prosesnya terbuka untuk umum dan berguna demi kepentingan pembuktian.

Satu dari Ratusan Janji Jokowi: Macet dan Banjir Lebih Mudah Diatasi jika Jadi Presiden

KONFRONTASI -  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, permasalahan kemacetan dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika dia menjadi presiden. Seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

 

Jokowi menilai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan bisa menanggulangi kemacetan dan banjir tanpa bantuan daerah lain karena salah satu sumber penyebab terjadinya dua masalah klasik Jakarta tersebut juga berasal dari daerah-daerah penyangganya.

Orang Baik Banyak Teman, Tapi Penyeru Kebaikan Banyak Musuh. Benarkah?

KONFRONTASI - Ibnu Qudamah pernah ditanya, "Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?"

Orang baik melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan penyeru kebaikan mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain.

Orang baik dicintai manusia, penyeru kebaikan dimusuhi manusia.

Beliau ditanya lagi oleh muridnya, "Kenapa demikian?"

Jawabnya:

Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik.

Seorang Polisi tidak Bisa Menjabat sebagai Gubernur Sementara, Tegas Yusril

KONFRONTASI -  Pakar Hukum Tata Negara yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal usulan Penjabat Gubernur (Pj) dari unsur kepolisian.

LSI: Tuan Guru Bajang Tokoh Yang Mencuat Diantara Jokowi dan Prabowo?

Oleh: Oleh Aguk Irawan MN*

 

Pages