24 May 2017

Tokoh

Bela Habib Rizieq, Natalius Pigai : Saya Kerja Profesional Meskipun Berbeda Keyakinan

KONFRONTASI - Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menanggapi santai soal hasil sidang paripurna Komnas HAM yang akan membentuk sidang dewan etik terhadap dirinya.

Mengaku tidak mempunyai beban dan kesalahan Pigai menegaskan akan menghadapi hal tersebut.
"Itu mah terlalu kecil kecuali saya koruptor. Maaf ya saya lahir saja sudah dengar senjata. Itu terlalu kecil, emang gw salah apa?," ungkap Pigai kepada wartawan, Senin (15/5).

Marco: Luhut Panjaitan Diminta Buka Kajian Rizal Ramli Soal Reklamasi Jakarta

KONFRONTASI- Tim sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno dibawah pimpinan Sudirman Said meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk membeberkan kajian yang pernah dibuat pendahulunya, Rizal Ramli.

Silsilah Prabowo Subianto

KONFRONTASI -  Prabowo Subianto sebagai bagian keluarga besar Djojohadikusumo memiliki darah Jawa yang sangat kuat dari garis ayahnya, Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo. Tokoh yang kerap dijuluki "begawan ekonomi" itu adalah putra Margono Djojohadikusumo.

Sejarah BNI 46 mencatat Margono Djojohadikusumo adalah salah seorang pendiri bank pelat merah terkemuka itu. Selain Soemitro, Margono memiliki dua saudara kandung yang gugur bersama Daan Mogot dalam peristiwa Lengkong, yakni Subianto dan Sujono Djojohadikusumo.

9 Alasan Habib Rizieq Tolak Panggilan Polisi

KONFRONTASI-Tim advokasi Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menyatakan kliennya tidak akan memenuhi panggilan penyidik Dirkrimsus Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus chat mesum.

Dalam konferensi pers bersama tim hukum GNPF MUI di AQL Center, Tebet Utara, Jakarta Selatan, Selasa (16/5), Kapitra juga mengungkap posisi Habib Rizieq saat ini berada di Saudi Arabia.

Pemerintah akan Cabut Subsidi 450 VA, Pengamat: Jokowi Penganut Ultra Neo Liberalism

KONFRONTASI -   Setelah pencabutan subsidi listrik terhadap 19 juta pelanggan 900 VA, Pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi meminta pemerintah agar tidak lagi berencana mengotak-atik subsidi pada pelanggan 450 VA.

Menurutnya, Pelanggan listrik kapasitas 450 VA bisa dipastikan bahwa mereka berasal dari golongan masyarakat tidak mampu, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk mengatakan bahwa subsidi yang disalurkan tidak tepat sasaran.

Amien Rais Ajak Luhut Panjaitan Adu Data dan Fakta Tentang Reklamasi

KONFRONTASI - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengajak Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan adu data dan fakta tentang pembangunan reklamasi Teluk Jakarta.

Amien tak sepakat dengan pendapat Luhut Panjaitan yang mengatakan bahwa tanah Jakarta akan tenggelam 8-23 cm apabila proyek pembangunan reklamasi dan tanggul laut raksasa tidak dilaksanakan.

Amien menentang kebijakan pembangunan reklamasi Teluk Jakarta di era pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Balkanisasi Republik Indonesia (Nusantara) Sudah Masuki Fase Pematangan

Oleh:  Batara R Hutagalung, Investigator Sejarah Indonesia

Agaknya gerakan untuk menghapus pasasl 156a KHUP yang dimotori oleh para simpatisan Gubernur Petahana Basuki Tjahja Purnawa (Ahok) sudah bukan sekadar isu hukum. Melainkan sudah diperluas lingkupnya menjadi bagian integral dari Politisasi Hak-Hak Asasi Manusia. Yang mana HAM, Demokrasi dan Lingkungan Hidup kerap digunakan negara-negara blok Barat seperti AS dan Uni Eropa sebagai alat penekan politik luar negeri mereka.

Tiada Bukti Yang Kuat Bahwa Islam Pertama Nusantara Berawal dari Barus

KONFRONTASI -  Prof Dr Azyumardi Azra, MA, CBE mengatakan, tidak Ada bukti kuat terkait penetapan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai Titik Nol Islam Nusantara.

"Saya tidak menemukan bukti kuat bahwa Barus sebagai Titik Nol Islam Nusantara. Siapa yang membisiki Presiden Jokowi untuk meresmikan itu, sebab tak da bukti di sana," kata Azyumardi Azra.

Penetapan Barus sebagai Titik Nol Islam dibahas dalam Seminar Nasional "Mempertegas Sejarah Awal Islam Di Nusantara" di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Senin (15/5/2017).

De-Islamisasi Indonesia

Oleh: Felix Siauw

Yang namanya kebetulan itu terjadi satu dua kali masih wajar, tapi bila terjadi berkali-kali, maka itu bisa disebut modus. Dalam matematika modus biasanya punya pola

Tidak hanya pola, tapi modus biasanya juga berisi sebuah pesan dari perancangnya, baik ia sadari ataukah tidak, dari situ kita bisa melihat yang harusnya tak terlihat

Kejadian akhir-akhir ini menunjukkan kepada kita pola tersebut, sebab terlalu banyak kebetulan yang terjadi. Yang bisa kita lihat, ada upaya sistematis de-Islamisasi

PengPeng dan Neoliberalisme Membuat Elektabilitas Jokowi Anjlok

KONFRONTASI- Nawa Cita Presiden Jokowi dirusak oleh Neoliberalisme. Kemarin Sabtu, 13 Mei 2017 NCID (Center for Indonesian Democracy) merilis hasil survey yang menyebutkan Prabowo Subianto (Ketua Umum Gerindra) berada dalam posisi ideal jika berpartisipasi sebagai calon Presiden di Pemilu 2019 mendatang. Posisi Prabowo bahkan mengalahkan Joko Widodo (Jokowi) yang masih menjabat sebagai Presiden dengan suara 35,16 persen. Sementara Jokowi hanya berada di posisi kedua dengan suara 31,24 persen.

Pages