29 April 2017

Tokoh

Ahok Melayani Tapi Tidak Baik!, Sebut Eep Saifulloh Fatah

KONFRONTASI -  RIZKI yang baik. Saya ajak dan ingatkan Anda untuk gak cengeng soal isu agama ini. Saya sendiri mulai muak dengan banyak pendukung Ahok terus berkutat soal ini. Begini cara kita melihat isu agama itu secara tak cengeng.

Ini Penjelasan Rizal Ramli Soal Kronologi Terjadinya Mega Skandal BLBI

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Perekonomian, Rizal Ramli, dalam kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) terkait pemberian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). KPK memanggil Rizal pada 17 April 2017 lalu.

" Rizal Ramli saat itu tidak hadir, jadi akan dijadwalkan ulang," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/4/2017) malam.

 

"Akan dilakukan pemanggilan kembali," kata Febri.

Penyair Besar Chairil Anwar, Tidak Takut Berpolitik - Berani dan Tak Takut Mati

KONFRONTASI - Dalam rangka mengenang Chairil Anwar (26 juli 1922-28 April 1949) aktivis pro demokrasi menggelar acara pembacaan puisi-puisi karya Chairil Anwar bertempat di jl Guntur 49, Jakarta Selatan.
Diawali pukul 15.00 wib dengan diskusi mengambil tema “Chairil Dan Politik” yang ditulis oleh sunardian wirodono dan dibacakan oleh Isti Nugroho.
Akan hadir dalam malam sastra tersebut Olivia Zalianty, Farrah, Gladies, Tessa Amalia, Endriana, Japrak dan aktivis pro demokrasi lainnya.

Neoliberalisme dan Neomalingisme

Oleh: Salamuddin Daeng* (AEPI)

Sepanjang sejarah republik belum pernah ada pemerintahan yang sekasar ini dalam menjual negara. Sekarang kita menyaksikan didepan mata secara telanjang pemerintah menjalankan neoliberaliame secara membabi buta.

"Kita Bisa Jadi Aborigin Kalau Ahok Jadi Presiden"

KONFRONTASI-Apa yang terjadi kalau tiga ekonom berbeda mazhab bertemu dan diminta MPR bicara soal kondisi perekonomian nasional saat ini?

Yang terjadi  hujan pertanyaan, mulai dari pakar tata negara Margarito Kamis sampai paranormal Permadi. Peserta lain juga tidak kalah antusias seperti Yudi Latif, Didiek J Rachbini, Irman Putrasidin, Theo Sambuaga, dan para anggota MPR lainnya dari berbagai fraksi.

Tiga ekonom dimaksud yaitu Rizal Ramli, Emil Salim, dan Ginandjar Kartasasmita.  

Rizal yang anti neolib, Emil yang salah satu arsitek ekonomi Orba dan dikenal dengan predikat mafia Barkeley serta Ginandjar yang Soehartonomics antara lain digempur pertanyaan yang tidak ada hubungan dengan ekonomi.

"Menteri-menteri sekarang bermental kerupuk. Padahal kita perlu lima menteri seperti Pak Rizal, supaya selesai semua soal," kata Margarito yang kemudian menyatakan keprihatinan kondisi perekonomian saat ini tergangggu antara lain akibat persoalan Ahok.

"Makanya Ahok lebih baik mimpin PPP saja," sambung Margarito dalam acara yang digelar kemarin (Selasa, 25/4) di Gedung MPR, Senayan, Jakarta.

Permadi  yang ingin UUD 45 kembali ke aslinya mengatakan, bangsa dan elit Indonesia saat ini lebih takut kepada orang ketimbang takut kepada UUD.

"Jangan seperti itu. Kita bisa jadi aborigin kalau Ahok jadi presiden. Selama ini kita juga ditipu oleh para ekonom kapitalis," kata Permadi berapi-api.

Kisah Duka TKW Indonesia di Taiwan: Saya Diperkosa Lima Kali Dalam Seminggu

KONFRONTASI-Lebih dari 100 kasus penyerangan seksual terjadi terhadap pekerja migran di Taiwan. Para pelakunya hampir selalu majikan para migran, kerabat terdekat, atau makelar penyalur kerja. Berikut laporan wartawan BBC di Taiwan, Cindy Sui.

Pada September 2016 lalu, seorang asisten rumah tangga di Taiwan merekam kejadian ketika dia diperkosa oleh majikannya yang memperkerjakannya untuk merawat sang ayah yang sudah renta.

Rekaman video itu diunggah ke Youtube, namun tak lama kemudian dicabut dari laman tersebut. Kepada BBC, kepolisian mengatakan bahwa majikan dalam video itu tampak menyerang asisten rumah tangga tersebut, walau si perempuan itu memohon dia untuk berhenti dan mencoba mendorongnya.

Perempuan tersebut mengaku kepada polisi bahwa dia telah diserang secara seksual berulang kali. Dia telah mengirim rekaman video penyerangan ke makelar agar agen penyalur kerja memindahkannya ke majikan lain, namun upaya itu sia-sia.

Dia kemudian mengirim video itu ke seorang teman, yang lalu mengunggahnya ke media sosial demi mempublikasikan aksi kejahatan tersebut. Kasus ini sontak membuat peristiwa penyerangan seksual terhadap warga Indonesia dan pekerja migran lainnya di Taiwan menjadi sorotan.

Wartawan BBC, Cindy Sui, berupaya menghubungi perempuan yang bersangkutan melalui dinas kesejahteraan sosial Taiwan yang memberikannya tempat penampungan. Namun, dinas itu mengingatkan Cindy Sui bahwa perempuan itu tidak patut diwawancarai karena kasusnya sedang diinvestigasi dan kondisi emosional si perempuan tengah terguncang.

Meski demikian, seorang perempuan lain yang sedang memperjuangkan kasusnya di pengadilan sepakat angkat bicara asalkan BBC menyembunyikan identitasnya.

Perempuan itu berusia 22 tahun ketika datang pertama kali di Taiwan untuk mendapatkan uang demi menopang keluarganya.

Namun, tak lama setelah mulai bekerja di sebuah restoran, dia mengklaim adik majikannya memperkosanya. Pria tersebut adalah orang yang mengantarnya ke restoran setiap pagi sehingga dia bisa menyiapkan makanan sebelum staf lain dan para pelanggan datang.

"Pertama kali dia memperkosa saya ketika satu atau dua bulan setelah saya mulai bekerja di sana," kata Ery (bukan nama sebenarnya).

"Peristiwa itu terjadi pada pagi hari setelah dia mengantarkan saya ke restoran. Tiada orang lain di sana. Saya tidak bisa menghentikan dia dan tidak bisa minta tolong. Saya hanya bisa menangis…Saya pikir dia hanya melakukan itu satu kali..Namun itu terjadi lagi dan lagi. Dia memperkosa saya tiga hingga lima kali dalam seminggu," paparnya.

Awalnya, Ery tidak mengerti bahasa Mandarin, tidak tahu ke mana harus meminta tolong, dan bahkan dia tidak punya telepon seluler atau punya waktu untuk berteman.

Selagi, tindak pemerkosaan berlanjut, dia tidak menceritakannya ke siapapun, termasuk ke majikan atau makelar penyalur kerja.

"Mereka akan mengatakan itu salah saya. Saya takut mereka akan mengirim saya pulang. Saya baru tiba di sini. Saya berutang Rp25 juta kepada makelar. Saya harus membayar utang setiap bulan dan jumlahnya lebih dari utang sebenarnya karena mencakup bunga. Saya takut jiwa mereka mengirim saya pulang, saya tidak sanggup membayar utang," tutur Ery.

Seperti kebanyakan pekerja migran lainnya, dia berutang kepada makelar penyalur kerja asal Indonesia yang mencarikannya pekerjaan dan membelikannya tiket pesawat. Ditambah bunga, utang Ery mencapai Rp40 juta, jumlah yang baru bisa dibayar Ery setidaknya selama setahun dari menyisihkan gaji.

Selain membayar utang ke makelar asal Indonesia, Ery juga harus membayar biaya bulanan dan pungutan liar kepada makelar Taiwan.

Perasaan malu juga membuat Ery tidak menceritakan derita yang dia alami kepada siapapun, termasuk keluarganya.

"Budaya di kampung halaman, orang-orang berpikir perempuan yang telah diperkosa itu kotor. Saya merasa malu dan kotor. Saya khawatir orang-orang akan memandang saya dengan rendah. Saya tidak ingin bercerita kepada siapapun. Bahkan hingga kini saya tidak bercerita kepada ibu saya karena dia akan sangat sedih jika tahu," kata Ery.

Ery mengaku tiada seorang pun yang curiga dengan adik majikannya.

"Dia berpura-pura tidak mengenal saya ketika ada orang lain di sekitar," ujarnya.

Ery jarang berinteraksi dengan orang lain, meskipun dia bekerja di sebuah restoran yang padat pengunjung.

"Jam kerja saya sangat lama. Saya mulai bekerja pukul 06.00 untuk menyiapkan makanan bagi pengunjung dan bersih-bersih sampai pukul 22.00 atau 23.00. Pada akhir pekan, bisa lebih lama. Saya tidak bisa bicara kepada siapapun saat bekerja, majikan ingin saya terus bekerja. Selama 16 bulan saya bekerja di sana, saya hanya punya satu hari libur pada Hari Raya Imlek. Saya harus bekerja bahkan ketika saya sakit," papar Ery.

Letjen TNI (Purn.) Suryo Prabowo: Ahok Pelaku Kriminal yang Tidak Perlu Dibela

KONFRONTASI-Letjen TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo, mantan Kepala Staf Umum TNI, angkat bicara soal fenomena Umat Islam di Indonesia, yang belakangan berkali-kali menggelar Aksi Bela Islam, guna menuntut keadilan hukum, atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Suryo Prabowo yang disebut-sebut sebagai jagoan perang di Timor Timur itu menyatakan bahwa wajar jika Umat Islam marah lantaran Ahok telah menista agama.

Jenderal beragama Katolik itu juga mengungkapkan, sikap Ahok tak mewakili minoritas dan Non Muslim.

Tags: 

Ahok Dituntut Ringan, Din: Secara Kasat Mata Ini Terkesan Dilindungi

KONFRONTASI-Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperingatkan para penegak hukum khususnya kejaksaan agar tidak mempermainkan hukum.

Mereka menemukan indikasi kuat permainan hukum itu dalam menuntut terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin mengungkapkan tuntutan jaksa terhadap Ahok berupa setahun penjara dan dua tahun masa percobaan itu dianggap tidak adil.

Padahal sudah ada yurisprudensi kasus penistaan agama sebelumnya dengan tuntutan yang jauh lebih berat.

Penundaan pembacaan tuntutan dengan alasan yang tidak jelas juga dianggap pengistimewaan terhadap Ahok.

”Tuntutan jaksa penuntut umum itu mengusik rasa keadilan. Secara kasat mata pula ini terkesan dilindungi. Ini semacam dibela-bela,” ujar Din usai pembacaan Tausiyah Kebangsaan Dewan Pertimbangan MUI di kantor pusat MUI Jalan Proklamasi Jakarta, kemarin (26/4).

Dia menuturkan bila Ahok bebas itu akan berdampak pada semakin mudahnya orang mengeluarkan ujaran kebencian. Kondisi itu sangat berbahaya pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Bahkan, tidak mungkin orang akan kembali bergerak langsung untuk menuntut keadilan. Toleransi itu diwujudkan dengan tidak memasuki dan mengusik keyakinan orang lain.

“Ujaran kebencian di Pulau Seribu itu virus negatif bagi bangsa ini. Seharusnya kita semua bergerak menanggapinya. Tapi ketika ada yang memprotesnya malah dituduh anti kebangsaan,” ungkap dia.

Oligarki Pemerintahan Jokowi Dan Jatuhnya PGN Ke Tangan Asing

Oleh : Salamuddin Daeng (AEPI)

Pembentukan Perusahaan Gas Negara (PGN) sejak awal dimaksudkan agar negara memiliki ketahanan migas yang kuat dengan bersandar pada sumber energi gas. Alasannya jelas, Indonesia adalah negara yang kaya akan gas. Sekarang ini produksi gas nasional telah setara dengan 1,5 kali produksi minyak.

Ahok Jadi Menteri, Jokowi Akan Gali Liang Kuburnya Sendiri?

KONFRONTASI -  Presiden Joko Widodo menjawab isu bahwa Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) akan diberikan posisi menteri dalam Kabinet Kerja. Jokowi tidak mengonfirmasi atau menampik isu tersebut.
Jokowi hanya mengatakan Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga akhir masa jabatannya.

Pages