23 January 2017

Tokoh

Dari Penjara Rezim Orde Lama Sebuah Kenangan Yunan Nasution, Buya Hamka , Dan Ibnu Taimiyah Indonesia

Oleh: Lukman Hakiem*

Raja Salman akan Kunjungi Indonesia Bawa Rombongan Besar

KONFRONTASI- Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud akan berkunjung ke Indonesia pada awal Maret 2017. Kepastian kunjungan Raja Salman dikemukakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah setelah menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Mohammed Alshuibi.

"Rombongannya besar sekali, lebih dari 800 orang. Sehingga Pak Dubes mengharapkan bantuan dan dukungannya agar kedatangan Raja Salman akan menjadi momen yang sangat penting bagi kedua negara," kata Fahri di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa, 17 Januari 2017 lalu.

Siapa yang Dimaksud SBY Sebagai Penyebar Hoax?

KONFRONTASI-Kicauan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di akun Twitter-nya, @SBYudhoyono, mengundang beragam spekulasi.

Pada Jumat (20/1/2017) kemarin, SBY menulis status, "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*" .

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Dadang Rusdiana menilai, pernyataan SBY itu menyerang Presiden Joko Widodo karena ada kata-kata "berkuasa" di dalamnya.

Tags: 

Terkait Makam Tan Malaka, Dua Kubu Masih Berseteru

KONFRONTASI-Rencana pemindahan makam dan jasad tokoh kemerdekaan Indonesia, Ibrahim Datuk Tan Malaka, dari Desa Selopanggung, Kecamatan Semen Kediri ke Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, masih mengalami kendala.

Beberapa hari lalu pemerintah daerah Kabupaten Kediri tidak mengindahkan wacana pemindahan jasad pahlawan tersebut, karena tidak mengantongi izin resmi dari Kementerian Sosial.

Baru-baru ini mencuat kabar, mayoritas warga desa setempat ikut menolak wacana pemindahan itu.

Konflik FPI Vs GMBI, 35 Ormas Ini Memilih Tidak Memihak .Ada apa? MUI usulkan Dialog

JAKARTA-Puluhan organisasi kemasyarakatan pemuda dan kelompok mahasiswa memilih tidak memihak dalam konflik yang berlangsung antara kubu GMBI dan FPI.
“Kita tidak mau ikut urusan itu. Kita hanya mau Jawa Barat kondusif dan jangan konflik di level nasional ditarik-tarik ke sini,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamadiyah Jawa Barat Iu Rusliana di Bandung, Jumat, 20 Januari 2017. 

SBY: Negara Kok Jadi Begini, Juru Fitnah dan Penyebar Hoax Berkuasa

JAKARTA- Akun resmi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, @SBYudhoyono, mengunggah tweet curhat kepada Tuhan, Jumat (20/1/2017).

 

"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," demikian tweet tersebut.

Curhat itu terkait fitnah yang dianggapnya merajalela belakangan ini.

Prabowo Siap Jadi Duta Bangsa, Bantu Jokowi untuk Cegah Disintegrasi dan Selamatkan NKRI

JAKARTA-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto siap menjadi duta pencegah disintegrasi bangsa dan meredam suhu panas politik nasional saat ini.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, dengan kondisi seperti ini, sulit dimungkiri bahwa adanya polarisasi kekuatan politik. Bila dibiarkan, hal itu bisa jadi berujung pada disintegrasi bangsa.

"Dikhawatirkan ada pihak-pihak yang berupaya mempertentangkan kelompok nasionalis dan kelompok religius yang selama ini hidup rukun dan damai," kata Sufmi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (21/1/2017).

Kyai Sepuh NU Makhtum Hannan Tutup Usia

KONFRONTASI-Salah satu kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) asal Cirebon, Jawa Barat, KH. Makhtum Hannan wafat Sabtu pagi tadi. Dia adalah salah satu dari sembilan ulama ahlul halli wal aqdi (AHWA) yang diberikan mandat memilih Rois Syuriah PBNU pada Muktamar NU di Jombang.

Salah satu kerabat almarhum, Jamaluddin, mengungkapkan sang kiai wafat di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Sabtu pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB.

"Beliau sudah sepuh dan juga punya sakit maag akut yang dideritanya," kata Jamaluddin.

Akbar Tandjung dan Yusril Ihza: Pilpres dan Pileg 2019 Tak Perlu Ambang Batas ..

JAKARTA-Dua politisi senior Akbar Tandjung dan Yusril Ihza Mahendra sepakat bahwa dalam pemilihan umum yang akan dilakukan serentak pada 2019 nanti tidak diperlukan ambang batas. Baik untuk pemilihan anggota legislatif, maupun untuk pemilihan presiden.

Menurut keduanya, pembahasan mengenai ambang batas di DPR RI sudah tidak relevan lagi. Demikian diberitakan KantorBeritaPemilu.Com, pagi ini (Sabtu, 21/1).

Akbar dan Yusril berbicara dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan salah satus stasiun radio di Jakarta.

Siapa Istibsyaroh, Tokoh NU yang Temui Presiden Israel?

KONFRONTASI-Sebuah foto yang menunjukkan sejumlah orang Indonesia tengah berfoto santai dengan Presiden Israel, Reuven Rivlin, membuat publik di tanah air heboh. Salah satu dari mereka adalah Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia, Istibsyaroh.

Rupanya, Istibsyaroh memimpin suatu delegasi untuk bertemu dengan Presiden Rivlin pada hari Rabu, 18 Januari 2017 lalu. Pertemuan itu diketahui atas prakarsa Dewan Hubungan Australia/Israel dan Yahudi (AIJAC).

Pages