20 May 2019

Tokoh

BJ Habibi: Penjara Itu Hanya Untuk Kriminal, Bukan Untuk Orang Yang Berpandangan Lain

KONFRONTASI -  BJ Habibie dikala pertama menjadi Presiden RI ke-3, kebijakan yang pertama dia lakukan ialah membebaskan tahanan-tahanan politik. Yang ditahan sebab beda pandangan, kemudian dicari-cari dalih kesalahan (kriminalisasi).

MK Tidak Peduli Pemilu Jurdil, Abaikan MK !

Oleh: Radhar Tribaskoro

 

 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zulfa mengatakan dalam sebuah diskusi bahwa (1) banyaknya bukti bukan faktor yang menentukan dalam memenangkan gugatan, dan (2) yang dibutuhkan adalah bukti yang relevan (dengan penambahan/pengurangan suara) dan secara signifikan bisa mengubah hasil pemilu. Terakhir (3) Hamdan Zulfa menekankan bahwa selisih suara yang besar adalah kendala yang besar untuk memenangkan gugatan. (Lihat https://bit.ly/2YC5pjq)

Inshaallah Saat Rezim Ini Berakhir Rakyat Akan Terkejut Melihat Magnitudo Kerusakan Yg Terjadi Di Negara kita. Dan Masih Ada Saja Yg Tak Tersadarkan

Oleh: Salamuddin Daeng

 

PEMILU 2019 hanya akan menghasilkan Republik Indonesia yang hanya bisa dijual dengan bunga minimal 15 persen. Lihat saja nanti. Karena untuk mendapatkan utang 825 triliun rupiah tahun depan untuk membayar semua utang jatuh tempo, tidak mungkin dengan bunga sekarang. Karena bagi investor itu terlalu berisiko. Karena Indonesia sebagai negara tidak punya apa apa. Sementra utang sudah menggunung dan bunga mencekik. Sri Mulyani telah menawarkan utang dengan bunga 11,625 persen dan baru laku 2 miliar dolar. 

Utang Bertambah Nyaris Rp 1 T per Hari, Ombudsman: Menkeu Terbaik Sejagat?

KONFRONTASI -  Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menyindir soal kenaikan utang Indonesia yang terbilang cukup tinggi. Ia pun membandingkan dengan kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang disebut sebagai menteri keuangan terbaik dunia, namun tak mampu menekan angka kenaikan utang negara.

Hal ini disampaikan oleh Alvin Lie melalui akun Twitter miliknya @alvinlie. Alvin Lie membuat hitungan sederhana, dari kenaikan utang Rp 347 triliun tersebut, sama artinya dengan utang Indonesia bertambah Rp 1 triliun tiap hari.

Dilarang & Tokohnya Dikriminalisasi, Demo 22 Mei Makin Besar

KONFRONTASI -  Demo 22 Mei 2019 yang rencanya di depan kantor KPU makin besar walaupun ada larangan dan kriminalisasi terhadap tokoh-tokohnya. Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Senin (20/5/2019).

“Dilarang dan dikriminalisasi tokoh-tokoh rakyat makin bersemangat demo 22 Mei 2019,” ungkapnya. Kata Muslim, harusnya tidak perlu ada pencegahan tetapi dirangkul dan dibiarkan untuk demonstrasi. “Mereka demo dengan acara buka bersama justru bisa mempererat hubungan polisi dan demonstran,” kata Muslim.

Tragedi Pemilu 2019, MUI : KPU Bisa Dituntut

KONFRONTASI -  Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengatakan banyaknya petugas KPPS meninggal karena kelelahan tidak masuk akal.

Menurut Din, pasti ada faktor yang mendorong sehingga terjadi kelelahan tersebut.

"Saya tidak bisa menerima argumen kelelahan kenapa mereka lelah? pasti ada manajemen penugasan yang keliru dan KPU bisa dituntut mengenai itu," ujar Din di Solo, Jawa Tengah, Jum’at ( 17/05/2019).

WNA Sebagai Direksi BUMN: Sebuah Perspektif Hukum

Oleh:  Binoto Nadapdap

 

 

Guru Besar Ekonomi UI: Indonesia Krisis Konstitusi Dan Kepemimpinan

KONFRONTASI -  Gejolak Pemilihan Presiden (Pilpres) telah membuat Indonesia dihadapi dua krisis, yakni krisis konstitusi dan krisis pemimpin. 

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Sri Edi Swasono dalam bincang konsolidasi bertajuk Keruntuhan Reformasi Penyelewengan Konstitusi dan Pembajakan di Hotel Gren Alia Cikini, Jl. Cikini Raya, No. 46, Jakarta Pusat, Minggu (19/5).

Massa Pro-Prabowo Gelar Aksi Diskualifikasi Jokowi pada 20-22 Mei

KONFRONTASI -   Sejumlah massa pro-Prabowo Subianto akan menggelar aksi damai untuk meminta KPU mendiskualifikasi capres petahana Joko Widodo. Aksi damai ini akan dimulai pada 20 hingga 22 Mei mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Titiek Soeharto. Dia menyebut aksi ini akan berlangsung damai tanpa ada kericuhan.

Demo mulai 22 Mei 2019 Didukung Oleh para Mantan Danjen Kopassus dan PPIR

KONFRONTASI- Mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol (Purn) Mohammad Sofjan Jacoeb membeberkan sebuah fakta menarik. Menurutnya demo kubu 02 pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang untuk menolak kejahatan pemilu curang, akan didukung oleh sejumlah mantan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Prajurit Pejuang Indonesia Raya (PPIR).

Pages