26 April 2017

Ragam

Polisi TembakAnaknya Sendiri, Semula Dikira Maling

KONFRONTASI - Seorang polisi di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu diduga salah tembak dan mengakibatkan seorang anak meninggal dunia.

“Kami sedang berduka, ya benar, kejadian itu masih dalam penyelidikan,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Bengkulu, AKBP Adrian Indra Nurinta, di Bengkulu, Rabu (26/4).

Waktu kejadian diperkirakan sekira pukul 04.00 WIB, subuh, Rabu 26 April 2017. Lokasi kejadian perkara berada di rumah keluarga BS, Kelurahan Suka Merindu Kota Bengkulu.

Kami Tengah Mengejar Penganiaya Dua Anggota Paspampres, Sebut Polisi

KONFRONTASI -  Petugas Polres Metro Jakarta Pusat telah mengidentifikasi penganiaya dua anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Prajurit Satu (Pratu) Pasaribu dan Prajurit Dua (Prada) Fatah Kudus.

"Pelaku sedang dikejar," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Selasa (25/4) malam.

Argo belum menjelaskan secara detail terkait identitas maupun motif pengeroyokan terhadap dua anggota Paspampres itu.

Korban Teriak, Pemuda Cabul Dibekuk Warga

KONFRONTASI-Seorang pemuda berinisial ZP (18) ditangkap warga Jalan Gugus, Kelurahan lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau.

ZP kepergok hendak mencabuli seorang pelajar usia 14 tahun, Senin (24/4). Pelaku yang berusaha dimelarikan diri dapat ditangkap warga lalu diserahkan ke pihak kepolisian.

Senin sekitar pukul 04.30 WIB, korban tengah tertidur pulas di warung milik orang tuanya. Pelaku datang ke warung tersebut dengan cara mengendap-endap.

Dia masuk ke dalam warung melalui pintu belakang dan melepas gembok pintu yang tak terkunci.

Berhasil masuk ke dalam warung secara diam-diam, pelaku menuju tempat tidur korban. Lalu meraba-raba bagian tubuh perempuan di bawah umur tersebut.

Seketika korban terbangun dari tidurnya lalu berteriak melihat pelaku yang hanya menggunkan celana dalam.

"Pelaku diduga sudah berulang kali mengintip dan mencari waktu saat orang tua korban tidak berada di warung. Saat itulah pelaku masuk ke dalam warung," sebut Kompol Bimo Ariyanto, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Pekanbaru, Selasa (25/4) kemarin

Ngamuk, Nelayan Sandera 7 Personel Polisi

KONFRONTASI-Sejumlah warga di Pantai Grajagan, Banyuwangi, Jatim mengamuk dan menyerang tujuh personel Polda Jatim.

Ini terjadi setelah sebelumnya polisi menangkap seorang nelayan bernama Supriadi.

Selain menyerang tujuh anggota dari Polda, massa juga menyandera dua mobil yang dikendarainya.

Terjadinya penangkapan Supriadi ini ketika pulang dari kerja, tanpa sengaja dan diduga sebelumnya, sehingga memicu emosi massa

Bahkan warga sempat mengundang ratusan orang membantu protes itu agar Supriadi segera dilepaskan.

Ketika itu tujuh personel Polda diduga sedang menyelidiki kasus penyelundupan lobster.

Warga yang membela Supriadi juga meminta tidak ada larangan atau diperbolehkan untuk mencari benur atau bibit lobster.

Pasalnya, nelayan beberapa tahun terakhir ini sepi tangkapan ikan, juga kehilangan mata pencaharianya padahal mereka harus memenuhi kebutuhan setiap harinya.

Beruntung kejadian ini berhasil diatasi setelah ditangani Polair Banyuwangi, kapolres dan camat setempat.

"Kejadian ini kami akan koordinasi dengan Bupati Banyuwangi dan ini hanya kesalahpahaman saja," ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto.

Agus juga membenarkan bahwa kedatangan polisi ke pantai itu untuk penyelidikan kasus semata.

Dia tidak membeberkan nama tujuh anggota Polda yang sempat disandera warga nelayan tersebut.

Tags: 

Durhaka! Tak Diberi Uang, Pemuda Ini Lempari Ibu Kandungnya dengan Piring Hingga Berdarah-darah

KONFRONTASI-Entah iblis mana yang merasuki pemuda berinisial RR alias Iki, 25, ini hingga tega menganiaya ibunya sendiri.

Kejadian tak biasa ini terjadi di rumahnya di Jalan A Yani Gang Karunia Rt 21 Kelurahan Pemurus Luar Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan, Senin (24/4) sekitar pukul 19.30 Wita.

Penganiayaan ini berawal ketika pelaku ingin meminta uang kepada Halimatusa'diah, ibunya. Perempuan berusia 42 tahun itu kemudian tidak memberinya.

Merasa keinginannya untuk berbelanja tidak dipenuhi, Iki pergi ke dapur untuk mengambil piring. Tanpa basa basi, dia kemudian langsung melemparkan piring tersebut ke wajah ibunya. Piring itu bahkan pecah di wajahnya.

Darah seketika bercucuran di wajah ibu yang melahirkan Iki ini. Halimatusa'diah mengalami luka robek di beberapa bagian wajahnya.

Warga sekitar rumah sendiri tak menyangka hal ini bisa terjadi. Pasalnya, di keseharian pelaku dikenal baik oleh warga.

"Saya terkejut Iki berbuat nekat seperti itu kepada ibunya sendiri," ungkap Siran (50) dilansir Radar Banjarmasin, Selasa (25/4).

Dia juga mengaku bahwa setiap kali lewat, Iki selalu menegurnya. "Dia selalu memanggil saya pa le, dengan senyumnya ketika lewat didepan rumah saya," ucapnya bercerita.

Tak berbeda dengan Siran, Nasai alias Sai (43) juga mengatakan bahwa Iki orangnya baik, sampai-sampai handphone milik pelaku sering dipinjamkan ke anaknya.

"Dia pernah bercerita kepada saya bahwa berkeinginan untuk membuka usaha, dan sebagai modalnya dia ingin menjual rumahnya," pungkasnya.

Sai juga menambahkan bahwa sebelum magrib di malam itu, dia melihat Iki sedang dibonceng temannya untuk pulang ke rumah.

Apa yang membuat Iki menjadi beringas padahal dia dikenal sebagai pemuda yang sopan?

Lokasi Temuan Serbuk Emas di Kolaka Diserbu Warga

KONFRONTASI-Puluhan warga dari berbagai daerah mendatangi lokasi penemuan serbuk emas di Kelurahan Ulunggolaka kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka, Sultra, Selasa.

Warga yang tiba di lokasi temuan emas itu berasal dari luar Kabupaten Kolaka sehingga membuat pemerintah dan aparat setempat harus melakukan pengawasan.

"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pemerintah dan aparat setempat harus melakukan pengawasan," kata Lurah Ulunggaloka, Anwar.

Menurutnya sejak penemuan serbuk emas pekan lalu wilayah konservasi lokasi itu mulai didatangi warga yang ingin mencoba keberuntungan dengan melakukan pendulangan emas.

Bahkan kata dia ada warga yang memasang tenda dan bermalam di lokasi temuan emas itu sehingga harus dilakukan pengawasan ekstra ketat agar tidak terjadi perselisihan antarwarga.

"Kita juga libatkan Babinsa untuk melakukan pengawasan di lokasi itu bahkan setiap warga yang masuk di lokasi itu harus menyertakan kartu identitas diri," ungkap Anwar.

Tags: 

Tinggal di Bekasi, Membunuh di Kampar, Ditangkap di Pacitan

KONFRONTASI-Tim Khusus Satuan Reserse Kepolisian Resor Kampar, Provinsi Riau berhasil meringkus pelaku pembunuhan dengan tempat kejadian perkara Kubangjaya Kecamatan Siakhulu pada Rabu (12/4) lalu di Pacitan, Jawa Timur.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata melalui Kepala Sat Reskrim AKP Y.E. Bambang Dewanto dalam pesan elektronik diterima di Pekanbaru, Rabu membenarkan tentang penangkapan pelaku pembunuhan ini. Tim Khusus yang dipimpinnya tengah dalam perjalanan.

"Kita dalam perjalanan darat dari Pacitan menuju Solo dengan membawa tersangka. Rencananya Rabu pagi ini akan melakukan perjalanan dengan penerbangan menuju Pekanbaru," kata Bambang.

Penangkapan dilakukan pada Selasa (25/4) pukul 17.30 WIB terhadap tersangka kasus pembunuhan AD alias AF (LK 24) yang beralamat di Bekasi Jawa Barat. Pelaku pembunuhan ini ditangkap di wilayah Argosari Pacitan Jawa Timur setelah buron hampir dua pekan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa pada hari Rabu (12/4) ditemukan jasad tanpa identitas (Mr. X). Mayatnya tergeletak di semak-semak dekat lapangan sepakbola Perumahan Ginting I Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Timsus yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Kampar didampingi Kepala Unit Reskrim Polsek Siak Hulu Ipda Novris H. Simanjuntak, identitas korban akhirnya diketahui bernama Johanuddin. Dia bekerja di Bakso Sukowati Desa Sei Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

"Dari hasil pengembangan diketahui pelakunya adalah tersangka AD alias AF yang merupakan teman lama korban, dugaan ini diperkuat dengan bukti-bukti yang ditemukan serta keterangan saksi-saksi," ungkap Bambang.

Tags: 

Paslon DEMA STAIN Meulaboh Jumiadi-Eka Optimis Menang

KONFRONTASI - Calon Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Nomor urut 2 Jumiadi optimis menang dalam pemilihan ketua dan wakil ketua DEMA STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh periode 2017-2018 yang akan datang. "Saya yakin bisa memenangkan pemilihan ini, apalagi saya berpasangan dengan Eka Susanti perempuan yang cukup cerdas dan bersahaja, kami juga memiliki program yang sangat bagus untuk memajukan kampus" kata Jumiadi di Meulaboh Minggu (23/4)

Apa Sebabnya Anda Dilarang Kencing di Depan Gajah?

KONFRONTASI - Ahli psikologi dan zoologi Profesor Phyllis Lee menghabiskan sebagian besar hidupnya di Kenya untuk mempelajari gajah Afrika. Dari tahun-tahun penelitiannya yang mendalam itu ia menyampaikan sejumlah pengetahuan yang tidak biasa ini.

Di dunia gajah, peran nenek sangat penting

Penelitian Phyllis dimulai pada tahun 1972 saat dia mempelajari sejumlah keluarga gajah yang rata-rata memiliki tujuh anggota. Sekarang, berkat program konservasi, jumlah itu telah meningkat menjadi 16.

Duh, Dua Anggota Pampamres Luka Serius Ditusuk Orang Tak Dikenal

KONFRONTASI - Dua orang anggota Paspampres ditusuk orang tak dikenal di dekat markasnya, Gambir, Jakarta Pusat. Pratu Pasaribu dan Prada Fata Kudus mengalami luka akibat penusukan tersebut.

"Benar ada kejadian itu. Kita juga menerima laporannya agak telat. Kejadian kemarin. Masih dalam penyelidikan terkait pelaku dan motifnya apa," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (25/4/2017).

Tags: 

Pages