26 April 2017

Politik

Walau Menang, Sandiaga Tak Sungkan Undang Pak Djarot Makan Malam

KONFRONTASI -  Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat akan bertemu dengan Calon Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahudin Uno malam ini. Pertemuan ini akan menjadi pertemuan privat pertama keduanya setelah perhelatan Pilgub DKI berakhir.

"Diundang makan malam sama Pak Sandi, bagi saya Pak Sandi juga sahabat saya, jadi perlulah kita berdialog, bisa ngomong sebagai satu keluarga," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Harumnya Bhinneka Tunggal Ika & Tempayan yang Retak

KONFRONTASI - AlKISAH seorang pemuda memiliki dua buah tempayan untuk mencari air. Kedua tempayan itu dipikul di pundak dengan menggunakan sebatang bambu. Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tanpa cela. Setibanya di rumah, setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal setengah. Sementara air di tempayan yang tidak retak utuh.

Hal tersebut berlangsung setiap hari. Seiring berjalannya waktu, hari berganti, minggu berlalu, bulan berganti nama, tahun bertambah.

Alangkah Bagusnya Bila Perayaan May Day Punya Daya Tarik Pariwisata, Sebut Menaker

KONFRONTASI -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri berharap perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Indonesia memiliki daya tarik pariwisata.

Menaker ingin perayaan buruh yang selama ini identik dengan aksi demonstrasi turun ke jalan yanag terkesan negatif, diubah menjadi sebuah perayaan semacam karnaval sehingga citra pergerakan buruh menjadi lebih positif.

Dishub Tengah Mencari "Anak" yang Jadi Sopir Angkot di Bandung

KONFRONTASI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung langsung bereaksi menanggapi laporan masyarakat yang menemukan seorang anak di bawah umur menjadi sopir angkutan kota (angkot). Pihaknya memanggil langsung pengurus angkot trayek 09 jurusan Ciwastra - Cicaheum itu. "Tindakan kita mah mau dicari dan kepolisian sebagai tindakan hukumnya. Karena itu pasti enggak boleh.

SMI Peroleh Penghargaan Menkeu Terbaik, Pemerintah Bayar Utang Rp 152 Triliun Selama 3 Bulan?

KONFRONTASI -   Per akhir Maret 2017, total utang pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 3.649,75 triliun. Dalam sebulan utang ini naik Rp 60 triliun, dibandingkan jumlah di Februari 2017 yang sebesar Rp 3.589,12 triiun.

Mengutip data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (24/4/2017), total pembayaran cicilan utang pemerintah pada Januari-Maret 2017 adalah Rp 152,678 triliun, atau 29,67% dari pagu, atau yang dialokasikan pada APBN.

Tags: 

Tak Ada Verifikasi, Tulisan Allan Nairn Patut Diragukan

KONFRONTASI - Laporan Jurnalis Amerika Serikat (AS) Allan Nairn tentang upaya penggulingan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi)‎ yang dimuat media Tirto.id dinilai berlebihan. Bahkan laporan Allan Nairn masih diragukan kebenarannya.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Bakir Ikhsan mengatakan, Allan Nirn menggunakan penggabungan data. Namun, kata dia data tersebut sengaja mengaitkan dugaan keterlibatan satu tokoh dengan tokoh lainnya tanpa verifikasi yang jelas.

Kalau Buruh Buta Politik, Nanti Bisa Dipermainkan

KONFRONTASI-Anggota Komisi IX DPR RI, Irgan Chairul Mahfiz menilai wajar bila buruh ikut bermain politik. Pasalnya, hal itu dilindungi oleh undang-undang.

“Buruh juga pemain politik. Semua komponen masyarakat sah-sah saja berpolitik, kondisi politiknya sudah seperti itu. Termasuk para pekerja kita, buruh kita,” ujar Irgan dalam diskusi di Media Center DPR, Kompleks Parlemen, Selasa, (25/4).

Tags: 

Mega Skandal e-KTP Seret Novanto, Partai Beringin Bergolak?

KONFRONTASI-Mega skandal e-KTP yang ikut menyeret Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto kembali memantik pergolakan internal partai beringin.

Novanto, yang juga Ketua DPR, dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Pencegahan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik ( e-KTP). Novanto berstatus sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Sejumlah elite partai sekuat tenaga meyakinkan publik bahwa Golkar masih solid di bawah kepengurusan Setya Novanto.

Namun setidaknya dalam dua hari terakhir, ada pernyataan yang mencerminkan soliditas Golar mulai terancam dari sejumlah pengurus partai.

Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai pada Senin (24/4/2017), misalnya.

Dalam sebuah acara diskusi ia mengungkapkan bahwa Novanto hampir pasti ditetapkan menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Surat pencegahan Novanto ke luar negeri dianggap menjadi tanda awal.

Partai Golkar, kata dia, akan merespons hal itu dengan digelarnya proses internal yang enggan dibeberkannya.

Sehari berselang, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menanggapi Yoryys.

Dalam Konferensi pers yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Idrus mengaku sudah menghubungi Yorrys untuk meminta klarifikasi.

"Maksud Bang Yorrys, Partai Golkar dalam kondisi apapun harus siap. Tidak ada masalah (saja) harus siap apalagi kalau ada masalah," ucap Idrus.

Idrus untuk kesekian kalinya menegaskan bahwa Golkar tak akan menggelar Munaslub. Ia mengklaim bahwa pada rapat-rapat tingkat nasional Golkar, semua menyatakan akan mendukung sepenuhnya kepemimpinan Novanto.

Beberapa alasan melatari dukungan tersebut. Salah satunya karena capaian kepengurusan Novanto.

"Dalam waktu tidak terlalu lama, ada prestasi-prestasi yang dilakukan kepemimpinan Setya Novanto," tuturnya.

Bantahan lain diungkapkan Ketua Umum MKGR (ormas pendiri Partai Golkar), Roem Kono melalui keterangan tertulis.

Roem menegaskan partainya solid mendukung kepengurusan Novanto.

"Saya secara pribadi sudah mendapatkan informasi dari Sekjen Partai Golkar Pak Idrus Marham dan ormas sayap lainnya bahwa saudara Yorrys Raweyai telah membantah mengeluarkan statement seperti yang dimuat di media massa hari ini," tutur Roem.

"Pak Yorrys hanya mengatakan bahwa Partai Golkar harus siap dalam keadaan apapun di bawah kepemimpinan Bapak Setya Novanto," sambung dia.

Teuku Syahrul Alon Ansari: Agar Polarisasi Sosial Tidak Kebablasan, Jangan Main Menang-Menangan Sendiri

Alon Ansari (kiri) dengan Gubernur Lemhannas Agus Widjoyo

KONFRONTASI- Pasca kekalahan Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) dalam Pilkada DKI, sebaiknya kita tidak main menang-menangan sendiri. Proses dialog, saling tenggang rasa, saling menghormati  dan kerjasama antargolongan dan antarkelompok harus dibangun kembali untuk mencairkan sekat-sekat polarisasi sosial-politik yang terjadi, agar tidak kebablasan di kemudian hari. Kalau sampai kebablasan, saya khawatir, bisa retak, bahkan hancur bangsa majemuk ini..

Pleidoi Ahok yang Mengibaratkan Dirinya Seperti Ikan Kecil yang Melawan Arus

KONFRONTASI - Terdakwa penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membacakan pleidoi atau pembelaan dalam sidang yang digelar Selasa (25/4) di ruang auditorium Kementerian Pertanian. Dalam pembacaan pledoi tersebut Ahok mengibaratkan dirinya seperti cerita Finding Nemo, seekor ikan kecil yang melawan arus.

"Meski tuduhan, fitnah terhadap saya sangat banyak. Tapi saya akan tetap melayani dan menyikapi dengan kasih," ujarnya di majelis hakim, Selasa (25/4).

Tags: 

Pages