23 May 2017

Politik

Menpan-RB: Masih Menerima CPNS Lewat Formasi Khusus

KONFRONTASI - 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur menyebutkan pemerintah daerah dapat menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tetapi lewat formasi khsusus.

"Kita masih buka, tapi formasi khusus," kata dia usai beraudiensi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu.

Ia mengatakan pemerintah daerah yang mengajukan harus membuat roadmapnya, berapa yang dibutuhkan, tapi harus detail.

Ini yang Bisa Menjadikan Dana Asing Kabur dari Indonesia


KONFRONTASI -     Dana asing yang masuk atau capital inflow ke Indonesia sejak awal tahun hingga April 2017 tercatat mencapai US$ 5,3 miliar. Besarnya dana yang masuk ikut menyimpan risiko dalam jangka menengah panjang.

Ekonom Standard Chartered Bank, Aldian Taloputra mengatakan risiko terbesar dari aliran modal masuk masih dari global. Dia menjelaskan, seperti kebijakan moneter di AS, geopolitik yang belum pasti seperti di Korea.

Elektabilitas Golkar Tergerus Gara-gara Dukung Ahok

KONFRONTASI-Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network memaparkan hasil survei terbarunya terkait elektabilitas Partai Golkar. Hasil survei menunjukkan, elektabilitas Golkar pada Mei 2017 tersisa 13%,5%, menurun lebih 2% jika dibanding dengan hasil survei pada  Oktober 2016 sebesar 15,6%. Elektabilitas Golkar sempat menyentuh 24% pada Oktober 2016 ketika pertama kali mengumumkan Jokowi sebagai calon presiden.

Penurunan elektabilitas Golkar tersebut tak lepas dari sentimen masyarakat terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Survei ini dilakukan pasca putaran II Pilkada DKI Jakarta.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan, penyebab Pilkada DKI berefek ke Golkar karena 70% publik nasional mengikuti perkembangan dan dinamika pilkada di Ibu Kota.

"Masyarakat ini terkotak-kotak antara yang anti-Ahok dan pro-Ahok. Secara nasional anti-Ahok ini lebih besar sehingga berpengaruh pada Golkar. Kami kejar pemilih Golkar, 23% dari mereka itu berpengaruh," ujarnya saat memaparkan hasil surveinya di depan peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Partai Golkar di Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu 21 Mei 2017.

Lantas, bagaimana cara Golkar untuk bisa menaikkan elektabilitas di sisa waktu sebelum Pemilu 2019? Menurut Adjie, salah satu yang penting Golkar harus keluar dari tren menurun ini adalah dengan membuat program baru yang sifatnya Big Bang, tidak hanya mengandalkan figur, tapi juga program.

"Golkar harus merumuskan hal yang menyentuh pemilih mayoritas, termasuk dalam hal ini Islam. Jangan berposisi diametral dengan mayoritas, minimal bersifat netral dalam isu-isu yang berkaitan dengan pemilih mayoritas," jelasnya.

Selain itu, Golkar juga harus banyak menang di Pilkada 2018, terutama di daerah strategis seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Menyikapi fakta tersebut, Golkar bertekad lebih selektif dalam memilih figur yang akan diusung di Pilkada Serentak 2018. Golkar akan mengambil hikmah di balik kekalahan di Pilkada DKI.

Tags: 

OSO: Jangan Otak-atik Empat Pilar

KONFRONTASI-Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan bahwa Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sudah final.

"Tidak boleh diotak-atik, apalagi mau diganti. Karena itu, tidak boleh lagi ada anak bangsa Indonesia yang mempersoalkan tentang asal usul, warna kulit, maupun agama," katanya dalam sosialisasi Empat Pilar di UKSW Salatiga, Jawa Tengah, Senin.

Bocor, Surat Pernyataan 21 Kiai Sepuh NU Terkait Pilgub Jatim

KONFRONTASI-Tak hanya partai politik (parpol) yang sibuk mengoptimalkan mesin politiknya jelang Pilgub Jatim 2018, para kiai pun mulai merapatkan barisan .

Kali ini, para pemimpin umat tersebut bersuara bulat mendukung calon berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).

Hal itu terungkap dari bocoran surat pernyataan 21 kiai sepuh NU Jatim yang ditujukan kepada Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jatim Abdul Halim Iskandar. Surat tersebut bocor dan beredar di beberapa jejaring sosial kemarin (21/5).

Setidaknya ada lima poin hasil musyawarah yang disampaikan dalam draf surat itu. Pada poin pertama, 21 kiai menyatakan sepakat menjaga kekompakan dan menyatukan suara pada pilgub mendatang.

Para kiai dalam surat tersebut juga menggarisbawahi peran kiai dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) dalam kancah perpolitikan Jatim. Kiai dan pengasuh ponpes harus menjadi rujukan untuk mengambil keputusan secara politik.

Dengan kata lain, mereka sepakat bahwa NU harus mendukung penuh satu calon dari lingkungan NU. Belajar dari pengalaman pilkada yang lalu, para kiai menyatakan tidak ingin terjadi lagi perpecahan dalam NU akibat adanya calon ganda.

Pemimpin Ponpes Miftachussunah Surabaya KH Miftahul Akhyar membenarkan adanya surat tersebut. Namun, dia mengaku tidak terlalu mengikuti perkembangan penyusunan surat itu.

Dalam musyawarah terakhir yang menghasilkan lima poin kesepakatan tersebut, dia tidak hadir. ”Saya sedang di Makassar waktu itu,” ujarnya seperti diberitakan Jawa Pos kemarin.

Miftahul sendiri baru mendapatkan surat lengkap tersebut kemarin. Dia menyatakan, isi surat itu sudah cukup sesuai dengan hasil musyawarah. ”Esensinya sudah benar. Tidak ada yang perlu disanggah,” katanya.

Selain itu, surat dalam bentuk fisik sudah ada dan siap diserahkan kepada yang tertuju, yakni DPW PKB Jatim.

Hanya, dia mengaku tidak tahu mekanisme pemberian surat. ”Yang pasti surat fisik sudah ada dan akan diberikan segera,” ucapnya.

Meski tidak mengikuti perumusan surat sejak awal, kiai yang kini menjadi bagian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) tersebut menyatakan mendukung penuh keputusan para kiai.

”Ya, pasti saya tanda tangan, apa pun yang diputuskan, karena kami sudah sepakat satu suara,” ujarnya.

Golkar Potong dan Salip PDIP, Usung Jokowi ke Pilpres 2019, tapi Banteng Megawati bilang Prematur?

KONFRONTASI- PDIP dan Golkar dalam posisi  saling potong dan berhadapan dalam mencalonkan Jokowi menuju Pilpres 2019. Golkar menyalip dan memotong  PDIP dengan buru-buru mencalonkan Jokowi capres Beringin  ke Pilpres 2019.  Bagaimana respon Banteng? Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ahmad Basarah menilai dukungan Partai Golkar terhadap Presiden Joko Widodo untuk kembali maju dalam pemilihan presiden 2019 terburu-buru.

Jika Ingin Jadi Pemimpin Lewat Pilkada atau Pilpres Aja, Sebut Menteri Tjahjo

KONFRONTASI - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bicara soal gelaran pemilihan kepala daerah serentak yang sudah dua kali berlangsung yakni 2015 dan 2017. Pada 2015 ada 269 daerah menggelar pilkada dan semua berjalan lancar. Selanjutnya pada 2017 ada 101 daerah yang mengadakan Pilkada dan ada satu yang dinamikanya terasa sampai tingkat nasional yakni DKI Jakarta.

Untuk Menekan Angka Kekerasan, Jangan Hit and Run

KONFRONTASI -    Kekerasan kini sudah seperti candu, tren baru di masyarakat yang sebagian di antaranya nya seolah-olah "ketagihan" untuk melakukan kekerasan. Baik, kekerasan fisik, psikis, hingga penelantaran. Solusi yang dipilih tidak lagi dapat dilakukan oleh instansi pemerintah saja, tetapi juga harus mulai melibatkan para orangtua di keluarga, institusi pendidikan, dan juga lingkungan sosial masyarakat.

Reklamasi Gate dan Ahok

Setidaknya ada dua pintu masuk untuk mengusut Dana Politik Reklamsi. Pertama, Dana Teman Ahok, 30 Miliar yg sdh mau di usut KPK tapi kemudian tidak terdengar lagi. Kedua adalah seperti yang di tulis oleh Indonesiapolicy.com. Media online ini menulis dugaan dana yang masuk Ahok sebesar Rp 12 Triliun. Diberikan kepada Ketum PDIP Rp 10 Triliun dan Ahok sendiri kebagian Rp 2 Triliun.

Pemuda Produktif Jadi Penentu RI Terkuat Di Dunia, Sebut Dede Yusuf

KONFRONTASI -   Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat menggelar Pengajian Pimpinan dan Resepsi Milad ke 85 di Masjid Raya Mujahidin Bandung, Minggu (21/5). Salah satu pemateri dalam pengajian bertema kebangsaan ini, anggota DPR, Dede Yusuf mengatakan, tantangan bangsa Indonesia di era menuju 2045 harus menjadi perhatian kaum muda Indonesia. Ia yakin Indonesia akan menjadi negara terkuat keempat di dunia.

"Kenapa terkuat?" ujar Dede Yusuf di hadapan para pimpinan Pemuda Muhammadiyah se-Jawa Barat.

Tags: 

Pages