20 May 2019

Opini

Kalau saja Prabowo Tidak Berbaik Hati, Mungkin Demokrat Sudah Padam

Oleh: M. Nigara

KAMIS (9/8/18) malam, kediaman Prabowo Subianto, di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, nyaris disesaki orang. Di dalam dan di luar begitu luar biasa. Ya, itulah saat-saat akhir Koalisi *Gerindra, PAN,* dan *PKS* akan mengumumkan pasangannya untuk Pilpres 2019.

Sumber Kapital Kering, Negara Reformasi Terancam Runtuh

Oleh: Haris Rusly Moti*

21 Mei 1998 adalah hari lahirnya sebuah era. Presiden Soeharto menyatakan berhenti setelah berkuasa selama 30-an tahun. Era Orde Baru berakhir. Era reformasi yang berpondasi liberalisme lahir pada hari itu. Satu hari setelah peringatan lahirnya reformasi, 22 Mei, pada hari itu KPU akan menetapkan rekapitulasi suara Pilpres secara nasional.

'Jubir' Teroris Bilang Akan Ada Aksi Terorisme di Tanggal 22 Mei

Oleh : Nasrudin Joha 

'Sinetron' teroris telah sampai pada babak yang paling lucu, dan ini mungkin episode yang tak akan pernah berulang. Teroris itu, mengumumkan rencana penyerangan secara terbuka, pada tanggal 22 Mei, begitu kata 'jubir' teroris nya.

Demo Kecurangan Pilpres Harusnya Diapresiasi

Oleh: Radeya Irsyad

Benar kan apa kata Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU bermasalah! Buktinya, dua hari lalu, Kamis (16/5/2019), Bawaslu menyatakan KPU telah melanggar prosedur dalam melakukan input data ke Situng.

Diancam akan Ditembak, Mengapa Rakyat Nekat?

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Diancam akan ditembak di tempat jika ganggu NKRI, rakyat tak bergeming. Disiapin 150 anjing pemburu (dari Hendropriyono), cuek. Ulama dan tokohnya ditangkap, gak takut juga. Tetap saja mau turun ke jalan? Nekat!

Setidaknya ada tiga faktor utama. Akumulasi tiga faktor ini memberi suplai energi kenapa rakyat jadi "terkesan" nekat. Turun jalan dan protes. Padahal lagi bulan Ramadhan.

Guru, Buruh yang Terabai

Oleh: Desi Dian S.

22 Mei 2019: Rakyat Bersandar kepada Allah, Kalian Bergantung kepada Anjing

Oleh: Asyari Usman
Wartawan Senior

 

Dengan angkuhnya Hendropriyono mengumumkan bantuan anjing pelacak sebanyak 150 ekor. Anjing yang terlatih hebat. Dan memang cukup menakjubkan kehebatan anjing impor itu kalau dilihat video demonya.

Mengapa Rakyat Nekat?

Oleh: Tony Rosyid
 

 

Diancam akan ditembak di tempat jika ganggu NKRI, rakyat tak bergeming. Disiapin 150 anjing pemburu (dari Hendropriyono), cuek. Ulama dan tokohnya ditangkap, gak takut juga. Tetap saja mau turun ke jalan? Nekat!

Setidaknya ada tiga faktor utama. Akumulasi tiga faktor ini memberi suplai energi kenapa rakyat jadi "terkesan" nekat. Turun jalan dan protes. Padahal lagi bulan Ramadhan.

Undang Undang Pengkhianat Bangsa

Oleh: M Rizal Fadillah

 

Impor Guru, Perlukah?

Negeri ini seolah tak pernah absen dari berbagai impor. Dari impor bahan pangan, impor pekerja hingga yang belum lama ini muncul wacana berkaitan dengan impor guru. Tentu wacana itu membuat sesak para guru di negeri ini.  

Pages