21 November 2017

Opini

Membenci Habib Rizieq Syihab

Oleh: Zeng Wei Jian

"Ga salah koh Zeng Wei Jian? Temen kampus saya banyak yang benci (HRS) walaupun dia ISLAM?" tulis Netizen X.

I don't have the right to airing a comment. Itu domainnya sesama muslim. Saya ngga punya kompetensi berkomentar soal itu.

Saya punya beberapa teman satu type. The secondary haters. Mereka kerja di US Aid, NGO, feminist, LGBT, pluralis palsu, sekular, liberalis uneducated, stupid leftist, dan job-seekers.

Tuduhan Korupsi pada Sumitro Djojohadikusumo Propaganda Golongan Komunis

OLEH: FADLI ZON*

Drama Jelang Pileg dan Pilpres 2019

Oleh: Jacob Ereste
Atlantika Institut Nusantara

Bagian dari sebabak drama politik dan hukum menjelang Pileg dan Pilpres 2019 sudah dimulai. Drama politik yang diproduksi dari Senayan sungguh telah berhasil merambah wilayah hukum hingga tak berdaya memberi perlawanan yang berarti, sekedar untuk tidak menyerah begitu saja secara telak dan memalukan.

Menuju Pilpres 2019: Dugaan Korupsi E-KTP Membuka Perang Politik di Intenal Golkar

Oleh: Dahlan Watihellu

Partai Golongan Karya (Golkar) memiliki akar sejarah yang panjang dalam pentas perpolitikan Indonesia, yang diawali pada masa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Seiring berjalannya waktu hingga hari ini, Golkar terus menduduki peranan penting sebagai partai pemerintahan. Golkar menjadi sebuah kekuatan politik alternatif yang mengusung ideologi modernisasi dan Non sektarian.

KAHMI adalah Keluarga, Bukan Partai Politik

Sebagai perkumpulan keluarga dan himpunan persaudaraan, KAHMI sepatutnya menjunjung tinggi nilai2 dan cara2 kekeluargaan, dan menjauhi praktek2 yang lazim dalam kehidupan partai politik dengan ciri pokok transaksional yang berbasis pada pertimbangan untung-rugi.

Nilai2 luhur itulah yang senantiasa ditanamkan oleh Ayahanda kita Prof. Lafran Pane dan para sesepuh HMI sejak kelahirannya 70 tahun silam.

Tags: 

Setnov versus KPK: Menangkap Kakap, Menyelamatkan Hiu

KONFRONTASI - Satu persatu BUMN dilelang ke asing oleh rezim, tapi kita terus dibius dan dikecoh

Bahwa masalah utama negeri ini adalah masalah e ktp, bukan Jokowi dan eksekutif, begitulah kita diajak berpikir

Dan dalam kasus e ktp ini, pola pikir kita juga dipersempit sebatas nama setnov, padahal nama gub jateng dan sulut dari PDIP juga disebut sama seperti nama setnov

Bahkan nama ketua KPK pun juga ikut disebut terlibat, tapi semua nama raib, kita digiring ke nama setnov saja

PII dan HMI: Berharap KAHMI Berperan 'Masyumi'

Oleh: Dr. Ir. Masri Sitanggang

Money Politics di Munas KAHMI sangat Diragukan

Oleh: Bambang Soesatyo
Mantan Presidium Nasional KAHMI 2012-2017

Sebagai mantan Presidium Nasional Kahmi 2012-2017 bersama Mahfud MD dan Anies Baswedan yg menolak maju kembali pada Munas Kahmi ke-10 di Medan Kemarin, saya ragu dan tidak yakin kalau dalam pemilihan presidium nasional Kahmi baru periode 2017-2022 terjadi permainan uang atau money politics.

Terima kasih Setya Novanto: Pandangan Goenawan Muhammad

Oleh: Goenawan Muhammad

Terima kasih Setya Novanto, kehadiaranmu  telah membuka pandangan kami tentang demokrasi yang sedang dimanipulasi. Mandat Suci, Kini Dibeli

Sejak dini kami diajari di semua jenjang pendidikan, bahwa di negara ini yang berdaulat adalah rakyat. Kedaulatan rakyat itu bagi kami laksana kalimat suci. Rakyatlah yang punya kuasa, punya daulat. saking berdaulatnya rakyat, kami hampir percaya bahwa suara rakyat adalah suara tuhan. 

Munas KAHMI dan Dahsyatnya Politik Uang

Oleh: Musni Umar, Sosiolog dan Rektor Univ. Ibnu Chaldun Jakarta

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam dengan akronim Kahmi telah selesai melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung tanggal 17-19 November 2017 di Medan, Sumatera Utara.

Perhelatan akbar Kahmi lima tahun sekali dibuka oleh Presiden Jokowi dan ditutup oleh Wapres JK.

Acara ini sangat semarak karena dihadiri utusan dan peninjau dari kahmi nasional,  wilayah, kabupaten dan kota seluruh Indonesia dan Kahmi jalan sehat

Pages

Berita Terkait