12 November 2019

Opini

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

" Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa zalim”

(HR Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) ***

Pertolongan Allah

Oleh:  M Rizal Fadillah

 

 

Tidak semua perjuangan berhasil  karena usaha dan keuletan sendiri. Ketidakberdayaan pun bisa menjadi sebab keberhasilan dan kemenangan. Kelahiran Nabi Muhammad SAW memberi pelajaran akan hal ini. Lawan yang digjaya dan adidaya hancur berkat pertolongan Allah.

Dunia Tanpa Pernah Kehadiran islam, Apa Yang Terjadi?

KONFRONTASI  -   Judul buku Graham E. Fuller, seorang guru besar sejarah di Simon Fraser University Kanada, ini lumayan kontroversial. Mengapa dia harus membahas tentang pengandaian ketiadaan Islam di tengah kecamuk global terhadap agama ini?

Kuasa Kaum Medioker

Oleh: Dr. Mohammad Nasih

 

 

Batu Itu, Kita ini Sisifus, kata seorang teman. Wajahnya lelah.

Oleh" Goenawan Muhammad

 

 

Rocky Gerung Tantang ILC Debat Soal Khilafah, Berani ?

Oleh : Nasrudin Joha

Akun Facebook Rocky Gerung Fix menantang ILC untuk mengangkat tema 'Khilafah Radikal'. Bahkan, Dia juga merekomendasikan beberapa tokoh untuk hadir.

Sebagai aktivis sosial media, saya juga sependapat dengan Bung Rocky. Sebab, selama ini khilafah lebih sering dijadikan kambing hitam oleh rezim atas sejumlah kegagalan mengelola pemerintahan. Khilafah juga, sering dijadikan dalih sebagai musuh bersama oleh orang-orang yang mengaku 'Aku Pancasila' padahal sejatinya mereka-lah gerombolan maling yang dicokok KPK.

Menyoal Perppu yang Tak Jadi

KONFRONTASI-Lain padang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Ini peribahasa yang bukan saja berlaku dalam kaitan beda adat beda penghargaan, tetapi bisa juga nampaknya diperluas dengan lain situasi lain pula penyikapannya. 

Radikalisme Digoreng, Negara Tengah Oleng

Oleh : Dwi P. Sugiarti*

Iba juga dengan Menteri Agama

Oleh:   Erizal Sastra

 

Kadang saya iba juga dengan Menteri Agama yang baru ini. Entah kenapa? Ia seperti terjebak atau terjerat seorang diri. Agak repot juga ia terlihat, memperbaiki ucapannya sendiri. Mungkin terlalu bersemangat, lalu keliru menempatkan diri, sehingga ia seperti dikecam seantaro republik. Padahal, ia seorang tentara yang mestinya terbiasa dekat dengan rakyat.

Kenaikan Iuran BPJS Kado Terburuk dari Presiden Jokowi

Oleh: Firdaus Baderi

 

 

Ekonom senior IndefProf. Dr. Didik J. Rachbinimeminta kepada Presiden Jokowiuntuk memperbesar anggaran untukBPJS Kesehatan, ini bertujuan supaya lembaga tersebut bisa melaksanakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan baik. Sementara itu, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) menyebutkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan seperti tertuang dalam Perpres No. 75/2019, sebagai kado terburuk bagi rakyat Indonesia di Pemerintahan Jokowi jilid kedua.

NERACA

Pages