21 July 2019

Opini

Membangkrutkan Nasionalisme dengan "Jual, Jual, Jual"

AWALNYA yang membuat merosot hingga bangkrutnya nasionalisme adalah aspek kedaerahan, sektarianisme atau globalisasi. Tapi kini adalah pragmatisme dan urusan bisnis.

Pemimpin negara menjadi faktor penting dari dekadensi ini. Kebijakan kenegaraan yang sangat pragmatis dan berorientasi semata bisnis membangkrutkan rasa nasionalisme. Investasi dan utang luar negeri adalah faktor determinan.

Repolitisasi atau Gerilya Politik?

Oleh: Coen Husain Pontoh

 

PERTAMA-TAMA, saya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan Demos, untuk menjadi pembaca atas hasil riset yang sangat penting ini.

Untuk memudahkan komentar ini, saya mau membaginya atas tiga bagian: (1) Perspektif Teoritis; (2) Perspektif Politik; dan (3) Perspektif Organisasi. Tapi, perlu dicatat, komentar ini bersifat umum karena terbatasnya waktu yang disediakan.

1. Perspektif Teoritis

Wacana Islam di Indonesia yang Kurang Piknik

Oleh:  Iswanto Uncisferov

 

 

SETIAP kali saya membaca tulisan-tulisan lama Ahmad Wahib, Dawam Rahardjo, Nurcholish Madjid, atau tulisan-tulisan para pemikir HmI generasi awal lainnya, saya entah mengapa, kadang merasa sedih.

Vaarwel Atjehers

Oleh:  Dr. Syahganda Nainggolan

 

 

Drama MRT dan "Undertable Transaction"

Terbongkar! Misteri MRT hari Sabtu, 13 Juli 2019 kini mulai bocor. Pertemuan Prabowo-Jokowi tak hanya membuat kecewa dan marah para pendukung 02, tapi juga membuat gusar koalis pendukung 01.

"Gawat, bisa kurang nih jatah kursi gue". Begitulah ilustrasi untuk menggambarkan jalan pikiran para pimpinan partai. Betapa kehadiran Prabowo seperti tamu tak diundang bagi koalisi istana. Sebab, deal Prabowo-Jokowi pasti akan mengurangi jatah kursi mereka.

Petaka Bunga Utang Ketinggian dari Para Menteri “Terbalik”

KONFRONTASI-Periode pertama pemerintahan Jokowi ditutup dengan pengumuman BPS (15/7) yang menyebutkan defisit neraca perdagangan semester I 2019 sebesar minus USD 1,9 miliar.

Media-media menyebut bahwa besaran minus USD 1,9 miliar ini adalah defisit neraca perdagangan yang terburuk semasa pemerintahan Jokowi.

Bahasa sederhananya: petaka. Inilah kiranya salah satu hasil “kerja, kerja, kerja” dari seluruh tim ekonomi Kabinet Jokowi periode yang pertama.

Potret Intel Ali Moertopo, Memecah Dengan “Mainan Lama”

Oleh: Arief Gunawan, Wartawan Senior.

JENDERAL Soemitro yang terlibat dalam rivalitas kekuasaan dengan sejumlah jenderal di masa Orde Baru, terkait dengan Peristiwa Malari 1974, mengaku Ali Moertopo sebenarnya berambisi jadi wapres, bahkan disebut-sebut kepingin jadi presiden dengan menggusur Soeharto.

Ali yang tokoh intel top setelah sang guru, yaitu unsmilling general, Leonardus Benny Moerdani (LBM), merupakan pemimpin Opsus (Operasi Khusus). 

Pertemuan Prabowo-Jokowi Menyisakan Tanda Tanya!

Oleh: Asran Siara*

Perhelatan kontestasi Pilpres 2019 telah berlalu dengan berbagai dinamika, riuh rendah yang tak sedikit berujung konflik sebagai dampak gejolak sosial di sejumlah kalangan masyarakat.

Banyak hal menarik yang menjadi catatan dalam kontestasi Pilpres 2019. Namun kali ini, penulis begitu tertarik dengan berbagai sikap penantang petahana, H. Prabowo Subianto.

Jokowi Dapat Semuanya, Prabowo Berikan Seluruhnya

Oleh: Asyari Usman
Wartawan Senior

Dari pertemuan Lebak Bulus (13 Juli 2019), ada pertanyaan penting: Jokowi dapat apa, dan Prabowo dapat apa? Siap yang untung, siapa yang rugi?

Kalau mau dijawab singkat, itulah judul tulisan kali ini. Yaitu, Jokowi dapat semuanya, sedangkan Prabowo memberikan seluruhnya. Jokowi dapat 'full package' dan Prabowo menyerahkan segalanya.

Jokowi dan Potret Persoalan Bangsa

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

2014 Jokowi jadi hero. "Kawulo alit" yang berpeluang nyapres. Sebuah terobosan baru bagi rakyat Indonesia. Jokowi hadir seolah sebagai antitesa terhadap para penguasa yang elitis.

Pemuda dari Solo ini tak hanya populer dengan gaya komunikasi politiknya yang unik dan mobil Esemka-nya yang menasional, tapi juga gagasan-gagasan untuk Indonesia kedepan yang jelas dan brilian. Dan akhirnya, rakyat memilihnya jadi presiden 2014-2019.

Pages