22 January 2020

Opini

Kebenaran

Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi

 

“Semua adalah relatif” (All is relative) merupakan slogan generasi zaman postmodern di Barat, kata Michael Fackerell, seorang misionaris asal Amerika.  Ia bagaikan firman tanpa tuhan, dan sabda tanpa Nabi. Menyerupai undang-undang, tapi tanpa penguasa.

Ekonomi RI 2020 Mengerikan

KOREKSI besar dalam perekonomian akan terjadi sebelum akhir tahun 2020. Sekarang, di Januari 2020, kondisi perekonomian sudah sangat mengkhawatirkan.

Bagi kalangan pengusaha kecil dan menengah, kaum buruh, juga petani di desa, untuk dapat survive saja sudah sulit.

Pembangunan fisik yang tampak nyata tidak berelasi dengan peningkatan kesejahteraan mereka. Di desa, petani tidak bahagia karena selalu tekor setelah panen.

KPK Tak Bertaji di Hadapan PDIP

KONFRONTASI-Penangkapan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, ternyata berbuntut panjang. Ada nama Hasto Kristiyanto yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Hal itu muncul karena dua staf Hasto ikut tertangkap dalam OTT KPK.

Alih-alih, security di DPP PDI Perjuangan malah menolak kantornya diperiksa dan menurut berita yang tersebar, sempat ada pemindahan berkas-berkas malamnya.

Utang Lagi, Utang Lagi! !

Utang Lagi, Utang Lagi!!

KONFRONTASI- Jauh dari hiruk-pikuk skandal Jiwasraya dan polemik Natuna, Menkeu Sri Mulyani sudah menambah utang lagi. Jumlahnya mencapai Rp. 70,3 triliun. Didapat dari lelang surat utang negara. Dari lelang SUN rupiah didapat Rp. 20 triliun. SUN dollar AS dan Euro didapat Rp. 43,3 triliun. Dan SBSN (Syariah)/Sukuk Rp. 7 triliun. Jadi, total tambahan utang Rp. 70,3 triliun.

Soal Natuna, tak perlu diperdebatkan di Indonesia

Oleh: Sahabat Rahmat Nuriyansah*

Jangan sampai Indonesia mati konyol pada persoalan Penguasaan, Pengembangan & Eksplorasi Tekhnologi. Tentu hanya akan membuang tenaga dan pikiran saja jika memang keberadaan China di Natuna di Perdebatkan. Bukankah strategy & model seperti itu sudah menjadi hal yang lumrah dan tidak asing lagi dalam merampas kekayaan Indonesia baik secara SDM & SDA.

Lenon dan Nietzsche

Oleh Saleh Abdullah

 

Ya, Lenon itu dari panggilan akrab almarhum Agus Edy Santoso, Agus Lenon. Dulu saya biasa menyapanya Lenon.

Lenon kadang suka jail. Berikut ini salah satu cerita kejailan dia yang "cerdas."

Pada sebuah diskusi filsafat di sebuah tempat. Seorang teman filsuf dari STF Driyakara berpendapat bahwa Nietzsche bukan sungguh-sungguh ateis, setidaknya secara filosofis.

Tragedi Jiwasraya: Risiko Tidak Terukur, Klaim Tidak Terbayar

Oleh:  Oleh Dody A.S. Dalimunthe*

 

 KASUS Jiwasraya, Bumiputera, dan yang terkini ASABRI cukup berdampak bagi industri asuransi nasional. Dampak yang terasa adalah sedikit menurunnya kepercayaan masyarakat kepada industri asuransi.

Contohnya adalah pembayaran klaim yang tertunda atas polis-polis Jiwasraya dan Bumiputera yang menimbulkan stigma agak negatif terhadap asuransi. Hal itu diperparah pemberitaan-pemberitaan yang kontraproduktif terkait dengan isu-isu yang nonteknis.

Kesaksian Kecil Dari Sekian Banyak Tindakan Besar Agus Edi Santoso (AES)

Oleh Moh Jumhur Hidayat

 

Kasus 5 Agustus 1989 adalah ketika 6 orang Mahasiswa ITB ditahan dan diadili oleh Rezim Orde Baru karena menentang dan menolak kehadiran Mendagri Rudini ke kampus ITB pada 5 Agustus 1989.

Saat di pengadilan, tentunya setiap terdakwa membuat pembelaan atau sering disebut Pledoi. Sudah pasti Pledoi ini sangat penting karena bisa menjadi referensi tentang kejadian politik pada kurun waktu itu.

Mengenang Perginya Aktivis Kiri-Islam Indonesia yang Humanis, Agus Lenon

Oleh:  Bob Randilawe

 

In Memoriam Agus Edy Santoso# Agus, Wong Cilik, dan Muhammadiyah

Oleh:  Syaefudin Simon

 

Tiga orang berambut cepak dan berbadan sekel terus mengintai sebuah rumah di Pancoran Barat. Ketika Agus hendak “pulang” ke rumah Ahmadi Thaha, usai makan, tiga orang berambut cepak itu mencegat Agus.

“Apakah kau mengenal saudara Agus Edy Santoso yang bersembunyi di rumah itu?,” kata salah seorang pria cepak itu menunjuk rumah Ahmadi Thaha.

Pages