20 January 2018

Nasional

Jaksa Agung Targetkan Perkara Pilkada Harus Selesai Maksimal 51 Hari

Konfrontasi - Jaksa Agung M Prasetyo menjelaskan perkara pelanggaran pilkada berlangsung singkat dan selama 51 hari harus sudah selesai.

“Perkara pelanggaran pilkada juga tidak ada upaya hukum kasasi. Jadi, hanya sampai banding, ” katanya, di Kejaksaan Agung, Jumat (12/1/2018).

Dia menerangkan penanganan perkara Pilkada 2018, dilakukan satu atap dalam wadah Gakumdu atau Penegakan Hukum Terpadu yang beranggotakan Polri, Kejaksaan dan Bawaslu (serta Panwaslu di tingkat provinsi/kabupaten/kota).

Astaga, Bocah Balita Dijadikan Kurir Narkoba oleh Ibu Kandungnya

Konfrontasi - Seorang balita dijadikan sebagai kurir narkoba oleh ibu kandungnya sendiri. Ia dimanfaatkan sebagai perantara transaksi narkoba jenis sabu.

Saat digeledah, anak berusia sekitar 4 tahun itu sama sekali tidak memahami apa yang dia bawa. Barang bukti sabu disimpan di dalam jaket si anak.

Balita kurir narkoba ini berinisial (MR). Ia adalah anak dari seorang pengedar narkoba bernisial S.

Dede Yusuf: Vaksin Bio Farma Aman Digunakan Umat Muslim

Konfrontasi - Vaksin produksi PT Bio Farma (Persero) telah diekspor ke negara-negara Islam di dunia. Sehingga vaksin Bio Farma ini aman digunakan untuk umat muslim. Hal ini dikemukakan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf saat meninjau pabrik Bio Farma di Bandung, Sabtu, 13 Jauari 2018.

Besok Senin, KPK Panggil Ajudan Setya Novanto

Konfrontasi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil ajudan Setya Novanto, Reza Pahlevi. Pemanggilan itu sebagai saksi dengan tersangka advokat Fredrich Yunadi dan dokter dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo pada Senin 15 Januari 2018. 

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan pengacara dan mantan dokter Setya Novanto, yakni Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu 10 Januari 2018.

"Penyidik telah menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap saksi Reza Pahlevi yang tidak hadir dalam agenda pemeriksaan 10 Januari 2017 lalu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu 13 Januari 2018.

KPK telah menetapkan Fredrich Yunadi --mantan pengacara Setya Novanto-- dan Bimanesh Sutarjo --mantan dokter Setya Novanto-- sebagai tersangka. Keduanya diduga bersekongkol merintangi penyidikan korupsi proyek KTP elektronik dengan tersangka Setya Novanto.

"Surat panggilan telah dibuat dan disampaikan pada yang bersangkutan Selain itu, KPK juga surati Kapolri Up. Kadivpropam Polri untuk meminta bantuan menghadirkan saksi ke KPK pada 15 Januari 2018," ungkap Febri seperti dikutip Antara.

Sah, KPK Tangkap Fredrich Yunadi

Konfrontasi - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Fredrich bersama petugas KPK tiba di gedung merah putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) pukul 00.10 WIB.

Berkaos hitam, celana jins, dan memakai sendal, Fredrich yang turun dari mobil berjalan didampingi petugas KPK masuk menuju lobi gedung KPK. Dia terlihat hanya menenteng kertas di tangannya. Saat ditanya soal penangkapan oleh KPK ini, Fredrich menolak berkomenter.

Di Akhir Pekan Ini, Polrestro Tangerang Gelar Sepeda Santai

KONFRONTASI -  Polres Metro Kota Tangerang menggelar sepeda santai di akhir pekan. Kabag Ops Polres Metro Tangerang Kot, AKBP Sucipto mengatakan, giat tersebut dilaksanakan oleh Polsek Batu Ceper dalam rangka mempererat silaturahim.

"Mempererat hubungan silaturahim dan terjalinnya komunikasi dengan baik antara tiga pilar agar sinergitas," ujar dia di Tangerang, Sabtu (13/1).

KA Pengangkut Batubara di Ciputat Tabrak Terios

KONFRONTASI -

Kecelakaan maut di jalur kereta api terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Kampung Pladen, RT01/05, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Saksi mata di lokasi, Dani mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pukul 04.00 WIB, Sabtu (13/1/2018). Saat itu dirinya sedang keluar rumah yang berada tidak jauh dari lokasi perlintasan kereta tidak berpalang pintu itu.

Rizal Ramli: Sebentar lagi Panen, Kok Mau impor Beras? Mau Cari Untung dan Merusak Pak Jokowi?

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) kembali mengingatkan para elite dan pejabat bahwa '' sebentar lagi Musim Panen, Kok malah mau impor beras''!' Kata Rizal Ramli: ''Mau Cari Untung dan mau merusak Pak  Jokowi? Sebentar lagi panen, Kok mau impor Beras? Mau cari Untung dan mau merusak elektabilitas dan kredibilitas  Pak Jokowi?''

Mabes Polri Cokok 68 WNA China Penipu Melalui Jaringan IT di Bali

Konfrontasi - Polisi mencokok dua bos sindikat penipuan melalui jaringan informasi teknologi (IT) warga negara asing (WNA). Keduanya ditangkap tak berselang lama setelah penangkapan 68 pelaku lainnya dari empat tempat di kawasan Bali.

Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, keduanya adalah pria WNA Malaysia berinsial YKH dan LJK, warga Taiwan.

Fredrich Yunadi Terancam Dipecat sebagai Anggota Peradi

Konfrontasi - Fredrich Yunadi terancam dipecat dari keanggotaan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) apabila melanggar etik sebagai pengacara. Fredrich sendiri akan disidang etik oleh Peradi dalam waktu dekat terkait kasusnya di KPK.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Victor W. Nadapdap mengatakan, apabila ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Fredrich sudah pasti maka ada etik yang dilanggarnya.

Pages