24 May 2017

Nasional

Menyaksikan Warna-warni Merauke dari Pasar Baru, di Kota Merauke

KONFRONTASI -  Pasar Baru Merauke adalah pasar tradisional yang tak terlalu beda jauh dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Namun karena ini terletak di Kota Merauke, makna pasar ini menjadi istimewa.

Di Kota ada dua pasar, yakni Pasar Merauke dan Pasar Baru Merauke. detikcom mengunjungi Pasar Baru Meraue, Kelurahan Kelapa Lima, pada Selasa (9/5/2017) pada sore hari.

"Sebenarnya pasarnya juga sudah lama. Cuma orang sini nyebutnya memang Pasar Baru," kata sopir kami yang merupakan warga Merauke, Nyoto.

Mencintai Bangsa Jangan Hanya Berteriak di Medsos

KONFRONTASI-Semua pihak diminta bersikap arif dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. Apa yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini akibat propaganda radikalisme.

Khususnya generasi muda juga diminta bangkit dan cerdas menghadapi ancaman radikalisme. Atas dasar itu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merekrut generasi muda Indonesia untuk menjadi duta damai dunia maya dalam membendung laju propaganda radikalis terorisme di Indonesia melalui dunia siber.

Orang yang Bertanggung Jawab atas Tragedi 98 Kini Bercokol di Pemerintahan Jokowi

KONFRONTASI-Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu, termasuk tragedi 1998 akan sulit diungkap di rezim Joko Widodo. Pasalnya, sudah 19 tahun berlalu namun tak ada kemajuan dalam unsur memenuhi rasa keadilan korban.

Hal itu disampaikan Aktivis reformasi 1998, Mohamad Syafi’ Ali (Savic Ali) usai melakukan "Aksi Kamisan" ke-493 di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5).

Panglima TNI: Kawasan ASEAN Miliki Posisi Yang Sangat Penting

KONFRONTASI-Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa kawasan Asean memiliki posisi yang sangat penting sebagai penyedia jalur akses perdagangan,  untuk itu negara-negara di kawasan ASEAN harus mampu menjamin keselamatan dan keamanan bagi komunitas maritim internasional di wilayah perairannya.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI dalam pidatonya dihadapan para Panglima Angkatan Bersenjata Wilayah ASEAN pada Forum ke-14 ACDFIM (Asean Chiefs of Defense Forces Informal Meeting) tahun 2017,  di Sofitel Philippine Plaza, Manila Filipina, Kamis (18/5/2017).
 
Pada Forum The 14th Asean Chiefs of Defense Forces Informal Meeting ACDFIM tersebut, Panglima TNI didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Kabais TNI Mayjen TNI Hartomo, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Waasops Panglima TNI Laksma TNI Nurhidayat dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, pada konteks strategis kawasan Asean dapat dilihat dari isu keamanan maritim semakin penting dalam keamanan global.  “Beberapa wilayah strategis, yang rawan dan rentan terhadap keamanan perairan, antara lain Selat Malaka, Laut Sulu dan Laut China Selatan,” katanya.
 
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, secara  geografis 70% wilayah Asean merupakan  perairan, untuk itu  Indonesia memiliki pandangan bahwa keamanan maritim menjadi salah satu faktor dominan bagi terciptanya stabilitas kawasan Asean. “Indonesia memandang bahwa keamanan kawasan maritim di Asean harus bebas dari segala ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan wilayah nasional serta tetap tegaknya hukum nasional dan hukum internasional,” jelasnya.
 
Panglima TNI mengatakan bahwa, untuk mendukung terciptanya kawasan Asean yang bebas dari segala ancaman, Indonesia telah melakukan beberapa kerja sama dengan negara di kawasan Asean, seperti melaksanakan patroli terkoordinasi antar negara pantai terkait, dalam rangka pengamanan Selat Malaka. Hasil dari kerja sama ini telah menurunkan tingkat kejahatan, seperti kasus pembajakan dan perompakan (Piracy and Sea Robbery).  “TNI juga mendukung terlaksananya Trilateral Cooperative Arrangement (TCA) dalam mengamankan jalur maritim di wilayah perairan Asean, khususnya di Laut Sulu dan Laut Sulawesi dengan melaksanakan patroli maritim trilateral,” ujarnya.
 
Dalam pidatonya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Delegasi Indonesia pada Forum ke-14 ACDFIM tahun 2017 juga menyampaikan pandangan TNI mengenai topik yang diberikan oleh tuan rumah, yakni Keamanan Maritim Dan Penanggulangan Terorisme (Maritime Security And Counter Terrorism). Menurutnya, mencermati perkembangan lingkungan strategis di kawasan, berbagai tantangan telah muncul tanpa diduga salah satunya adalah aksi terorisme yang telah mengancam banyak negara di hampir seluruh dunia, termasuk kawasan Asean dan Indonesia.
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa, aksi terorisme yang selama ini terjadi telah meluas ke berbagai bentuk kepentingan, baik aspek ideologi, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan. “Untuk itu, saya tegaskan bahwa Terorisme Merupakan Musuh Bersama,” katanya.
 

MA Mulai Adili Perkara Jessica Kumala Wongso

KONFRONTASI-Mahkamah Agung (MA) mulai mengadili Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus kematian Mirna Salihin. Sebelumnya, Jessica dihukum 20 tahun penjara di kasus itu.

Berdasarkan informasi perkara yang dikutip dari website MA, Kamis (18/5/2017), Jessica mengantongi nomor perkara 498 K/Pid/2017. Perkara itu masuk pada 9 Mei 2017. Namun MA belum menentukan siapa hakim agung yang akan mengadili Jessica.

Apa Urgensi BIN Larang Pegawai Berjanggut dan Kenakan Celana Cingkrang?

KONFRONTASI- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Sumanjuntak mempertanyakan urgensi Badan Intelijen Negara (BIN) terkait larangan pegawai memelihara janggut, berambut panjang dan memakai celana cingkrang atau celana di atas mata kaki. Larangan itu tertulis dalam surat yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

"Urgensinya apa? Kalau berjanggut kenapa? Kalau pakai celana cingkrang kenapa? Itu yang harus dijawab BIN," kata Dahnil dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (18/5).

Dahnil merasa aturan BIN sebagai hal lucu yang tidak masuk akal. Ia menuturkan, setiap warga negara punya kebebasan berekspresi secara fisik dan bebas berpakaian seperti apapun selama sopan.

"Dengan aturan BIN, bagaimana kalau kemudian aturan itu dikaitkan dengan simbol agama tertentu? Saya kira tidak berdasar. Enggak masuk nalar saya kaitan jenggot dengan sikap keberagamaan atau sikap kebangsaan," kata Dahnil.

HTI Mengecam

Sementara itu juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto mengatakan, larangan itu bertentangan dengan hak-hak pegawai yakni soal menjalankan keyakinan dalam beragama.

Ismail menyatakan, selama hak tersebut tidak mengganggu kewajiban atau tugas pegawai, maka surat edaran semacam itu tak perlu dimunculkan.

"Janggut itu sunnah, seharusnya tak boleh dilarang, sepanjang dia melaksanakan tugasnya dengan baik," kata Ismail saat dihubungi CNNindonesia.com.

Bahkan menurutnya, bagi beberapa orang, menumbuhkan janggut dan celana cingkrang adalah kewajiban. Ismail juga menganggap larangan-larangan seperti itu semakin membuktikan bahwa pemerintah keterlaluan.

"Apakah janggut dan celana cingkrang itu kejahatan? Kan bukan," ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Komunikasi dan Infomasi BIN, Sundawan Salya membenarkan aturan tersebut. Ia heran surat untuk kepentingan internal tersebar ke publik.

Surat Edaran bernomor SE-28/V/2017 beredar di media sosial sejak kemarin. Surat bertanggal 15 Mei 2017 ditandatangani Sekretaris Utama BIN Zaelani.

"Aturan itu untuk kepentingan internal, kami sudah rutin mengatur soal ini,” kata Sundawan Salya kepadaCNNIndonesia.com, Kamis (18/5).

Dawan menjelaskan, selama ini pegawai BIN yang bekerja di kantor memiliki seragam berwarna putih dan hitam. Berbeda dengan petugas di lapangan yang bebas berpakaian sesuai kebutuhan pekerjaan.

"Lewat aturan ini kami ini ingin menjaga estetika dan etika dalam berpakaian," kata dia.

Kunjungi Turki, BNPT dan Pemerintah Turki Sepakat Tingkatkan Kerjasama Penanggulangan Terorisme

KONFRONTASI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs Suhardi Alius, MH, melakukan kunjungan kerja ke Istanbul dan Ankara, Turki pada 13-19 Mei 2019. Kunjungan ke Turki tersebut dalam rangka untuk meningkatkan sekaligus berkoordinasi dalam upaya penanggulangan terorisme antar kedua negara.

Tuntaskan Skandal BLBI dan E-KTP, KPK Harus Bebas dari Intervensi Elite

KONFRONTASI- Korupsi E-KTP dan BLBI harus dituntaskan agar pemerintahan Jokowi tidak tergerus legitimasinya. Dalam hal ini, KPK harus diselamatkan dari pertarungan kepentingan elite dan penguasa yang terlibat korupsi. KPK tidak boleh diintervensi elite dan penguasa yang korup demi barter kepentingan dan tukar guling KKN, sebab KPK adalah lembaga antirasuah yang  independen, dan eksistensinya masih dipercaya rakyat. KPK menjadi incaran elite dan koruptor yang tidak ingin pemerintahan bersih dan berwibawa.

BEM Se Indonesia akan Kepung Istana Dengan tuntutan TUGU RAKYAT

KONFRONTASI -  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia menyerukan “Aksi Nasional Ayo Kepung Istana” melalui panfage Facebook. Berikut sellengkapnya:

BEM Seluruh Indonesia

[SERUAN AKSI NASIONAL]
AYO KEPUNG ISTANA!

Soal Habib Rizieq- Firza, kata Kak Emma: Tidak Ada Curhat dengan Firza.

KONFRONTASI- Fatimah Husein Assegaf, 47 tahun, alias Kak Emma membantah isi rekaman percakapan yang beredar antara dirinya dengan Ketua Yayasan Solidaritas Cendana Firza Husein. Rekaman percakapan yang beredar tersebut berisi curhatan Firza dengan seseorang yang disebut bernama Kak Emma, terkait hubungan asmaranya dengan pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Tags: 

Pages