25 April 2018

Nasional

Serikat Pengemudi Ojek "Online" Somasi Manajemen Go-Jek dan Grab

Konfrontasi - Persatuan pengemudi aplikasi online roda dua dan empat yang tergabung dalam Serikat Pengemudi Kesejahteraan (SIKAP) Nasional menyomasi PT Grab Indonesia, PT Karya Anak Bangsa, dan PT Transportasi Pengangkutan Indonesia.

Kuasa hukum SIKAP, Nasrul Dongoran, mengatakan, pihaknya meminta perusahaan aplikasi memberikan jaminan perlindungan jiwa kepada para pengendara.

Musni, Seorang Sosiolog Sebut Menenggak Miras jadi Gaya Hidup

KONFRONTASI -  Menenggak miras seperti sudah menjadi gaya hidup di tengah beban ekonomi yang semakin berat. Masyarakat mengalami depresi sosial sehingga mencari pelarian.

Pandangan ini diungkapkan sosiolog Musni Umar. Dia menilai, persoalan maraknya miras oplosan tak bisa hanya dilihat dari sisi hukum semata. Fenomena sosial ini sudah menjadi gaya hidup di masyarakat. “Ini fenomena yang sangat destruktif,” ujarnya Musni.

Langkah Kuda Prabowo-Rizal Ramli Bakal Hentikan Jokowi Satu Periode, Ganti Presiden !

Hujat Rizal Ramli, Andi Arief Disarankan Koreksi Diri

KONFRONTASI - Hujatan Andi Arief ke ekonom senior Rizal Ramli paska Rizal Ramli membongkar skandal kasus bailout bank century di acara ILC Tv One (17/4/2018) yang menyeret nama mantan wapres Budiono terus menuai kecaman dari berbagai aktivis pergerakan 98.

Afan Zain, mantan aktivis pergerakan 98 Banyumasan menyayangkan sikap Andi Arief yang membela para pelaku skandal century dengan membabi buta dan mencederai cita cita perjuangan sesama para aktivis pergerakan.

Direvitalisasi, Empat Wilayah Akses Tol Tangerang-Merak

KONFRONTASI -  ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) selaku badan usaha jalan tol Ruas Tangerang-Merak kembali melakukan program revitalisasi akses pada empat wilayah yakni Balaraja Barat, Serang Timur, Serang Barat dan Cilegon Timur.

Saat ini ASTRA Tol Tamer melakukan revitalisasi akses di wilayah Serang Timur sudah memasuki tahap 2. 

Nelayan Aceh Selamatkan Lagi 79 Pengungsi Rohingnya di Pantai Bireun

KONFRONTASI -  Sebanyak 79 orang umat Rohingnya kembali terdampar di pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (20/4), setelah awal April nelayan setempat menyelamatkan lima pengungsi Rohingya.

Dalam kapal terbaru ini, tujuh di antara pengungsi tersebut sakit sehingga membutuhkan pertolongan medis mendesak.

Perempuan Italia Turut Bergembira-ria dalam Perayaan Hari Kartini di Kota Roma

Perempuan Italia mencoba kostum tradisional Indonesia saat ikut merayakan Hari Kartini di Kota Roma

 

KONFRONTASI -  Perayaan Hari Kartini tidak saja berlangsung di Tanah Air. Warga Indonesia di penjuru dunia pun merayakannya dengan beragam acara, tidak hanya dengan memakai baju tradisional.

Rizal Ramli tentang Tiket Capres dan Basmi 100 Orang Brengsek (Penjahat)

KONFRONTASI- Mantan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli optimis bisa maju sebagai calon presiden (capres) dalam konstestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

KPK Heran Alasan Novanto Mangkir Sidang Dokter Bimanesh

Konfrontasi - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan mengaku heran dengan alasan mantan Ketua DPR Setya Novanto tidak menghadiri panggilan untuk bersaksi.

Novanto sedianya hadir memberikan kesaksian dalam kasus dugaan merintangi penyidikan dengan terdakwa Dokter Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

"Kami tim JPU menyampaikan bahwa ketidakhadiran Setya Novanto dikarenakan menyiapkan duplik dengan agenda putusan," kata Takdir.

Pigai: Dari 39 Janji Jokowi untuk Papua, Hanya 2 Janji yang Terealisasi

 KONFRONTASI-Mantan komisioner Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai menilai banyak janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belum direalisasikan hingga tahun keempat ini. Misalnya di Papua, dari 39 janji presiden hanya dua janji yang terealisasi. 

"Di tingkat nasional itu yang kami hitung itu kurang lebih 66 janji Presiden yang secara langsung dan yang tidak tercatat itu sudah lebih dari mungkin ratusan lebih dari itu. Papua saja, ini saya pakar Papua, 39 janji. Di Papua, 2 yang direalisasi. Yaitu jalan Wamena-Wamena-Duga, ruas jalan baru. kemudian sebuah pasar kecil pasar mamak mamak. Cuma dua itu," ujar Pigai, di Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018). 
 

Dia berbicara kepada wartawan sebelum acara dialog "2019 Presiden Harapan Rakyat" yang diselenggarakan Generasi Cinta Negeri (GENTARI). Pigai mengatakan janji-janji Jokowi yang lain yakni pengurangan kemiskinan dan jaminan kepastian hidup belum terealisasi. Bahkan tingkat kematian ibu dan anak khususnya di Papua masih sangat tinggi. 

"Rasio kematian ibu dan anak cukup tinggi. Beberapa waktu lalu kita juga lihat hampir sekian puluh orang mati di Asmat demikian pula pada saat yang sama ada lebih dari 40-an orang mati di Kabupaten Dogiyai di Papua. Di tempat lain juga mengalami hal yang sama karena ini jaminan kepastian hidup yang tinggi, tidak begitu mampu ditepati oleh Presiden," ungkapnya. 

Tak hanya di Papua, janji-janji khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah pun belum dapat sepenuhnya direalisasikan oleh Jokowi. Padahal, pengembangan infrastruktur nasional merupakan program utama Jokowi. 

"Kalau kita lihat di Sumatera itu cuma empat yang saya saksikan sendiri yaitu Jalan Kalianda (Lampung) kurang lebih 3 kilometer kemudian di Sumsel (Sumatera Selatan) itu dari kurang lehih 3,5 km sampai dengan Universitas Sriwijaya itu, saya tidak tahu nama tempatnya itu, itu cuma 3 km yang dibangun," tuturnya. 

"Di Sumatera Utara sama sekali belum kelihatan pembangunan infrastruktur yang dibangun. Saya kemarin keliling dari Jakarta sampai Medan kemudian melalui lintas timur. Tahun lalu saya keliling di Sumatera melalui lintas tengah pulang dari Medan itu melalui lintas barat, tidak ada ruas jalan baru yang dibangun termasuk Silangit," lanjut Pigai.

Menurut Pigai, sejumlah pembangunan infrastruktur dalam masa pemerintahan Jokowi hanya sebuah renovasi infrastruktur. Ia mencontohkan, pembangunan infrastruktur di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. 

"Itu sebenarnya sudah dibangun sejak orde baru, sampai sekarang 1 km pun belum dibangun oleh pemerintah sekarang. Saya kemarin juga dari Sulut ke Sulsel. Saya menyaksikan sendiri baru pembangunan rel kereta api di Soppeng Sulawesi Selatan kalau nggak salah. Tapi dari Sulut ke Sulsel sepanjang itu tidak ada ruas jalan baru yang dibangun," ungkapnya. 

Oleh sebab itu, Natalius Pigai mengatakan kunjungan kerja Jokowi ke daerah-daerah dalam rangka menilik pembangunan infrastruktur nasional tak lebih dari sekadar wisata pembangunan. Jokowi dinilai tak mengetahui secara riil pembangunan di Indonesia. 

"Perjalanan Presiden ke daerah-daerah itu lebih berorientasi kepada wisata pembangunan. Wisata pembangunan melihat-lihat saja apa yang didengar oleh Presiden tapi Presiden tidak tahu pembangunan konkret di lapangan. Karena apa? Presiden hanya mendengar dari para stafnya," katanya. 

Dengan masih banyaknya janji-janji yang belum terpenuhi itu, Pigai pun menilai wajar jika rakyat kemudian merasa kecewa dengan pemerintah. Dengan kekecewaan itu, menurut Pigai rakyat berhak mencabut mandatnya dari Jokowi. 

"Kenapa? Karena kedaulatan itu dimiliki oleh rakyat, kedaulatan tersebut diberikan pada presiden pada saat pemilihan, kemudian rakyat kalau merasa janji-janji harapan-harapannya tidak terpenuhi rakyat berhak mencabut kedaulatannya tersebut," kata Pigai. 

Pages