20 May 2019

Global

Filipina-Kanada Ribut Gara-gara Sampah

KONFRONTASI-Gara-gara sampah, Filipina menarik duta besarnya dari Kanada.

Hal ini akibat ketegangan yang meningkat terkait sampah yang dilabeli keliru sebagai 'bisa didaur ulang' namun ternyata tidak.

Menteri Luar Negeri Filipina mengatakan Kanada telah melewati tenggat tanggal 15 Mei untuk menarik kembali sampah yang mereka kapalkan pada tahun 2014.

Bulan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan ia akan "berlayar ke Kanada dan membuang sampah itu di sana".

Berbagai laporan menyatakan sampah itu berjumlah beberapa puluh kontainer dipenuhi dengan sampah rumah tangga seperti misalnya popok bekas pakai.

"Tengah malam tadi, surat untuk memanggil duta besar dan konsul di Kanada sudah kami kirimkan," kata Sekretaris Kementrian Luar Negeri Filipina Teddy Locsin Jr dalam cuitannya di akun Twitter.

"Kanada telah melewati .. tenggat. Dan kami akan menarik misi diplomatik kami dari Kanada sampai sampah itu dikapalkan lagi ke sana."

Mr Locsin mengatakan yang memicunya untuk menarik diplomat mereka adalah kegagalan Kanada untuk muncul pada pertemuan dengan petugas bea cukai Filipina.

Ia juga mengirim cuitan ke Departemen Luar Negeri Filipina dan mengatakan, "Kepada diplomat kita di Kanada: Perintah sudah disampaikan. Terbang keluar segera."

Kedutaan Besar Kanada di Manila mengatakan kepada BBC bahwa mereka telah "membuat penawaran untuk mengembalikan sampah Kanada" dan sedang bekerjasama dengan Filipina untuk "memastikan pengiriman kembali sesegera mungkin".

Bahrain Perintahkan Warganya Hengkang dari Irak dan Iran

KONFRONTASI-Pemerintah Bahrain telah memerintahkan warganya yang berada di Iran dan Irak agar segera hengkang dari kedua negara tersebut. Perintah itu dikeluarkan pada saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus meningkat.

Dalam keterangan yang dirilis pada Sabtu (18/5), Kementerian Luar Negeri Bahrain tak mengungkap secara detail mengapa warganya harus meninggalkan Iran dan Irak. Ia hanya mengatakan bahwa keadaan regional tak stabil dan adanya potensi ancaman.

Ketika Sosis Ambil Bagian Dalam Demokrasi Australia

KONFRONTASI-Soal siapa yang akan dipilih sudah pasti dipikirkan. Tapi, ada juga hal lain yang bisa jadi ada dalam benak pemilih di pemilu federal Australia saat berangkat ke bilik suara: di mana bisa mendapatkan sosis.

''Hai semuanya, katakan di mana kalian akan mendapatkan sosis panggang besok #democracysausage,'' ujar Kimberly Seats menurut CNN, mengulang cuitan yang dia tulis pada 2013.

Negara Teluk Dilaporkan Setujui Penempatan Pasukan AS di Timteng

Konfrontasi - Negara-negara Teluk dilaporkan telah menerima permintaan Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan pasukan ke wilayah Timur Tengah (Timteng). Permintaan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Seorang pejabat Arab Saudi, seperti dilansir Arab News pada Minggu (19/5/2019), mengatakan, negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) telah menyetujui penempatakan pasukan AS di wilayah mereka.

Turki Siap Terima Kiriman Rudal S-400 dari Rusia

KONFRONTASI-Turki siap menerima sistem pertahanan rudal S-400 yang dibeli dari Rusia segera setelah Moskow melakukan pengiriman. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

"Kami akan menerima segera setelah Rusia siap mengirimkannya. Setiap saat," kata Cavusoglu di sela-sela pertemuan para menteri Eropa di Helsinki, Finlandia, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (17/5/2019).

Warga Austria Tolak Larangan Berhijab

KONFRONTASI-Banyak organisasi non-pemerintah, wartawan, politikus dan pegiat di Austria menentang larangan pemakaian penutup kepala berdasarkan agama di sekolah dasar.

"Peraturan tersebut bukan hanya memberi sumbangan bagi bertambah-kuatnya Islamfobia, tapi juga menjadi pendorong gagasan bahwa orang Muslim adalah bahaya buat masyarakat," kata seorang anggota Parlemen Austria dari kubu independen Martha Bissman, dalam wawancara dengan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.

Warga China Gunakan 'Donald Trump' untuk Sikat Toilet

KONFRONTASI-Orang-orang di China bersuka cita melawan perang dagang melawan Amerika Serikat dengan cara membersihkan kamar mandi mereka menggunakan sikat toilet "Donald Trump".

Pembeli dilaporkan berbondong-bondong membeli alat pembersih toilet yang terlihat seperti Presiden AS Donald Trump sebagai cara untuk mendukung pemerintah mereka.

'"Trump" sangat berguna,'" canda seorang blogger China meyikapi sikat toilet itu.

Saudi Tuding Iran Perintahkan Serangan Drone

KONFRONTASI-Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi pada Kamis menuduh Iran memerintahkan serangan atas instalasi-instalasi pompa minyak Saudi yang telah diakui oleh milisi Houthi, sekutu Iran, sebagai pihak yang  bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan tersebut "membuktikan bahwa milisi-milisi ini hanya alat yang digunakan rezim Iran untuk melaksanakan agenda perluasannya," cuit Pangeran Khalid bin Salman, putera Raja Salman.

Taiwan Legalkan Pernikahan Sejenis

KONFRONTASI-Hujan mengguyur Taipei kemarin, Jumat (17/5). Namun, ribuan orang yang berdiri di depan gedung parlemen tak beranjak dari tempatnya. Mereka adalah para pendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang menanti voting perubahan undang-undang tentang pernikahan. Mereka langsung bersorak saat hasil pemungutan suara keluar. Parlemen Taiwan menyetujui pelegalan pernikahan sesama jenis.

Brexit Tak Kunjung Tuntas, Theresa May Pusing

KONFRONTASI-Pembicaraan selama enam pekan itu berujung tanpa hasil. Partai Buruh tetap tak sepakat dengan pemerintah. Mereka bersiap menolak Brexit dalam pemungutan suara di parlemen yang diperkirakan berlangsung awal Juni mendatang.

Padahal, sebelumnya, sangat besar harapan partai yang dipimpin Jeremy Corbyn itu mendukung pemerintah pada akhir diskusi. Dengan begitu, pemungutan suara bisa berlangsung mulus tanpa ganjalan.

Pages