17 August 2019

Enterpreunership

Prospek Menjanjikan Budidaya Perikanan

KONFRONTASI-Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) sudah sejak lama menginginkan produksi perikanan global tidak lagi hanya bergantung kepada penangkapan ikan, tetapi juga dalam bidang aquaculture atau budi daya perikanan.

Berdasarkan data FAO pula, kawasan perairan Asia-Pasifik, yang mencakup pula Republik Indonesia, dinyatakan telah berkontribusi terhadap 90 persen produksi perikanan budi daya dunia.

Untuk itu, berbagai langkah yang telah diambil, bukan hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta untuk menggenjot budi daya perikanan, layak diacungi jempol dan diapresiasi.

Misalnya di Bontang, Kalimantan Timur, di mana PT Pupuk Kaltim memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) membantu budi daya keramba jaring apung di perairan Kalimantan Timur, untuk meningkatkan ekspor ikan kerapu.

Antara, Senin (17/9), menyambangi keramba jaring apung milik Koperasi Bontang Eta Maritim yang mengelola budi daya sejumlah komoditas perikanan.

Menurut pembudidaya yang juga Bendahara Koperasi Bontang Eta Maritim, Ismail, pihaknya sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan untuk mengelola budi daya berbagai jenis ikan.

Marsidik Suharianto dari Kompartemen Umum PT Pupuk Kaltim menjelaskan bahwa Ismail salah satu di antara 10 pembudidaya yang telah disekolahkan pihaknya ke Tanjung Lesung, Banten, untuk belajar budi daya sejumlah komoditas perikanan.

"Dia (Ismail, red.) adalah salah satu pahlawan lokal di sini," kata Marsidik Suharianto.

Sejak diberdayakan pada 2016, kini jumlah orang yang menjadi anggota koperasi tersebut antara 70-80 orang.

Marsidik juga menerangkan untuk ikan kerapu telah memanen sebanyak tiga kali komoditas ikan kerapu dengan panen perdana sekitar 3,2 ton, sedangkan total hasil dari ketiga panen mencapai sekitar enam ton.

Untuk pemasaran, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang kemudian hasilnya ada kapal dari Kendari (Sulawesi Tenggara) yang menampung hasil panen itu.

Selanjutnya, panen ikan kerapu tersebut akan dijual ke berbagai pihak, termasuk potensial untuk diekspor, seperti ke Jepang, Hong Kong, dan Thailand, dengan harga sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Pihaknya memberikan seluruh permodalan dan bantuan alat serta prasarana, sedangkan sistem bagi hasilnya 50-50 setelah dihitung biaya operasional.

Ia menuturkan bantuan jenis ini meninggalkan paradigma lama yang sifatnya seperti amal. Bantuan dengan mekanisme seperti ini lebih memberdayakan SDM lokal dan berkelanjutan.

Tidak hanya kerapu, Koperasi Bontang Eta Maritim juga memproduksi banyak komoditas sektor kelautannya, antara lain lobster, yang saat ini sering diselundupkan ke luar negeri.

Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Bontang, David Indra, menyatakan sosialisasi dan pemberian pemahaman secara terus-menerus merupakan hal yang penting dalam rangka mencegah penyelundupan lobster.

Banyak melakukan kewaspadaan kepada pembudidaya merupakan salah satu faktor mengapa kasus penyelundupan lobster di daerah Bontang nyaris tidak terdengar dibandingkan dengan daerah lainnya.

Di Koperasi Bontang yang juga menjadi sasaran penyuluhannya, David terus menyosialisasikan bahwa lobster yang berada di bawah ukuran 300 gram dilarang untuk diperjualbelikan.

Sementara itu, Bendahara Koperasi Bontang Eta Maritim, Ismail, juga menyatakan pihaknya mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

Harga lobster mutiara termahal di antara semua jenis lobster yang ada, karena dapat mencapai sekitar Rp900 ribu per kilogramnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kepada para nelayan agar jangan menangkap lobster yang bertelur karena hal tersebut akan menghalangi pengembangbiakan komoditas tersebut sehingga stok yang ada bisa terhambat.

"Coba, tolong kepada para nelayan dan pengepul, (lobster, red.) yang bertelur jangan ditangkap. Biarkan dia bertelur dan menetaskan untuk jutaan lobster yang akan datang," kata dia.

Tentu saja, larangan itu merupakan hal yang penting dalam rangka melestarikan stok kelautan dan perikanan nasional, sehingga pelaku usaha juga tidak hanya berpikir akan produksi tetapi juga kelestarian.

Sainah Bisa Raup Omzet Hingga Rp5 Juta/Hari dari Jualan Baso Tusuk

KONFRONTASI-Dia adalah sosok perempuan mandiri dan tak gampang menyerah pada nasib. Perempuan bernama Sainah ini berjuang keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan tidak mau hanya mengandalkan bantuan orang lain, dia pernah berjualan apa saja asal halal. Tidak selalu berhasil. Hingga akhirnya sukses menjadi pengusaha bakso tusuk.

Jalan seseorang tak selalu mulus. Pahit asin kehidupan dirasakan oleh keluarga Sainah sebelum akhirnya dia menjadi pengusaha sukses Bakso Tusuk Bu Sainah di Bantul.

Alasan Gojek Rambah Vietnam

KONFRONTASI-CEO dan founder Go-Jek, Nadiem Makarim menilai Vietnam sebagai negara yang paling optimal untuk jenis teknologi layanan yang perusahaannya kembangkan. Ini menjadi salah satu alasan Go-Jek akhirnya melebarkan sayap ke negara itu. 

Berkah Asian Games, Pedagang Kopi Bisa Raup Omzet Hingga Rp20 Juta/hari

KONFRONTASI-Pengusaha kedai kopi yang berjualan di Asian Festival, Gelora Bung Karno, Jakarta, selama penyelenggaraan Asian Games 2018 mengaku bisa menjual 800 gelas setiap harinya dengan harga Rp25 ribu setiap gelas.

Promosi Offline Dalam Digital Marketing, Perlukah?

KONFRONTASI-Di tengah pesatnya perkembangan teknologi di era digitalisasi dan digital marketing, banyak pemula yang masih mempertanyakan apakah promosi secara offline masih dibutuhkan.

Meraup Berkah dari Asian Games

KONFRONTASI-Perhelatan Asian Games 2018 membawa berkah tersendiri bagi Ica, warga Bandung, yang memanfaatkan ajang olahraga empat tahunan se-Asia itu untuk meraup rezeki dengan berjualan kaos edisi khusus Asian Games 2018.

Ketika ditemui di Jalan Cagak, Subang, tempat finis balap sepeda jalan raya Asian Games 2018, Ica tengah sibuk melayani para pembeli yang berkerumun di belakang mobil Grand Livina hitamnya.

"Asian Games kali ini ada di Indonesia maka kami ingin memanfaatkan momen ini sebagai ajang yang jarang banget. Selain itu ada peluang bisnis juga," kata Ica.

Ica bersama suaminya sudah jauh hari mempersiapkan desain dan barang dagangannya yang berupa kaos, jersey sepeda, hingga jaket, sejak kurang lebih dua bulan sebelum Asian Games 2018 resmi dibuka.

Kurang lebih 1.500 unit kaos dan jaket Ica persiapkan untuk dijajakan selama Asian Game 2018 mulai dari pawai obor di Bandung, Tasik, Garut, hingga perlombaan balap sepeda di Subang, Jawa Barat.

"Alhamdulillah sekarang tinggal 150," kata Ica, yang juga menjalankan usaha toko baju muslim di Bandung itu.

Kaos dengan logo Asian Games 2018 dia tawarkan dari harga Rp50.000-Rp170.000

Sementara jaket berbahan parasit dengan logo Asian Games dia tawarkan dengan harga Rp300.000.

Perhelatan Asian Games 2018 membawa berkah tersendiri bagi Ica, warga Bandung, yang memanfaatkan ajang olahraga empat tahunan se-Asia itu untuk meraup rezeki dengan berjualan kaos edisi khusus Asian Games 2018.

Ketika ditemui di Jalan Cagak, Subang, tempat finis balap sepeda jalan raya Asian Games 2018, Ica tengah sibuk melayani para pembeli yang berkerumun di belakang mobil Grand Livina hitamnya.

"Asian Games kali ini ada di Indonesia maka kami ingin memanfaatkan momen ini sebagai ajang yang jarang banget. Selain itu ada peluang bisnis juga," kata Ica.

Ica bersama suaminya sudah jauh hari mempersiapkan desain dan barang dagangannya yang berupa kaos, jersey sepeda, hingga jaket, sejak kurang lebih dua bulan sebelum Asian Games 2018 resmi dibuka.

Kurang lebih 1.500 unit kaos dan jaket Ica persiapkan untuk dijajakan selama Asian Game 2018 mulai dari pawai obor di Bandung, Tasik, Garut, hingga perlombaan balap sepeda di Subang, Jawa Barat.

"Alhamdulillah sekarang tinggal 150," kata Ica, yang juga menjalankan usaha toko baju muslim di Bandung itu.

Kaos dengan logo Asian Games 2018 dia tawarkan dari harga Rp50.000-Rp170.000

Sementara jaket berbahan parasit dengan logo Asian Games dia tawarkan dengan harga Rp300.000.

Tidak hanya warga lokal, pembeli kaos edisi khusus ini diminati juga oleh pembeli berkewarganegaraan asing seperti Oka dari Jepang.

"Kaos ini untuk saya. Nanti saya mau membeli untuk teman yang lain, untuk oleh-oleh," kata Oka dengan menggunakan Bahasa Indonesia dengan aksen Jepang.

Oka, yang sudah tinggal di Indonesia selama dua tahun delapan bulan, adalah seorang karyawan perusahaan di Jakarta.

Oka datang ke Subang untuk mendukung pebalap Jepang Hideto Nakane, yang disponsori oleh perusahaan tempat dia bekerja di Jakarta.

Thomas Alfa Edison, Anak Idiot yang Menemukan Lampu Listrik, jadi Ilmuwan Dunia

Thomas Alfa Edison adalah salah satu ilmuwan paling masyhur di dunia. Hasil-hasil temuannya mencatatnya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. Thomas pun seorang pengusaha yang sukses.

Tantangan Berbisnis Kopi di Indonesia

KONFRONTASI-Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, termasuk di Indonesia, tapi merintis bisnis kopi tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan.

Adrian Zmith, pemilik i Koji Coffee, mengemukakan, ada berbagai faktor yang berperan dalam mempertahankan bisnis kopi, dalam hal ini adalah kedai kopi. 

"Tantangannya tempat dan momen ketika membuka kedai kopi," kata Adrian, di konferensi pers Pekan Raya Indonesia 2018, Jakarta, Rabu.

Tantangan Startup Menurut Ilham Habibie

KONFRONTASI-Kemunculan perusahaan rintisan, atau startup, yang mengubah model bisnis yang sudah lama berjalan, menurut pendiri organisasi Berkarya Indonesia Ilham Habibie, bukan hanya dirasakan di Indonesia, namun juga banyak negara lainnya.

Mengingat kemunculannya yang masih tergolong baru, Ilham menilai perusahaan rintisan di Indonesia memiliki berbagai tantangan, salah satunya adalah mengenai pendanaan.

Faisal Rusdi Tetap Berkarya Dalam Keterbatasan Fisik

KONFRONTASI -   Keterbatasan fisik yang dialami Faisal Rusdi tak membuatnya terus berputus asa. Meski sempat merasa kecewa dan tak dapat menerima kondisinya saat itu, lambat laun Faisal Rusdi mampu bangkit dan menggali berbagai potensi yang dimiliki.

Sampai akhirnya, pria yang kini berusia 43 tahun tersebut berhasil menggelar pameran tunggal hingga mancanegara. Semua karyanya dihasilkan dengan goresan kanvas yang dilukis melalui mulut.

Pages