15 September 2019

Enterpreunership

Ajeng Sukses Pasarkan Tas Karung Goni Buatannya Hingga ke Mancanegara

KONFRONTASI-Dias Ajeng Utama banting setir dari guru seni menjadi pengusaha tas karung goni. Ide terjun ke dunia bisnis muncul saat Ajeng mencari suvenir untuk pernikahan

"Dulu ingin kan ada rencana mau nikah cari souvenir yang klasik terus cari-cari belum ada jual goni-goni gitu. Jadi aku coba bikin sendiri, iseng-iseng," kata Ajeng yang memulai bisnis tas karung goni pada 2016, kepada detikFinance pekan ini.

Marlina Mansur-Fitria Pratiwi Raih Miliaran Rupiah dari Baju dan Sandal Couple

KONFRONTASI -   Bisnis berkonsep produk pasangan milik Marlina Mansur-Fitria Pratiwi laris manis diburu pembeli. Padahal Ria dan Lina hanya mengandalkan penjualan lewat media sosial Instagram @kepompong.kupukupu dan @temalisandals.

Selain menjaga kualitas produk, Ria dan Lina memanfaatkan pemasaran digital, yakni endorsement untuk menjangkau lebih banyak pembeli.

Menyulap Kulit Kayu Jadi Ladang Penghasilan

KONFRONTASI-Bagi sebagian orang kulit kayu hanya barang biasa. Tapi, di tangan Olis Setiawan bisa menjadi barang bernilai tinggi.

Kulit tersebut bisa menjadi beragam produk dari tas, jam tangan, hingga perabot rumah tangga. Omzetnya pun bisa dikatakan lumayan, sampai Rp 10 juta per bulan.

Olis bercerita, dirinya tak serta-merta masuk ke bisnis ini. Mulanya, ia menjalani profesi sebagai pengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar atau bimbel. Profesi itu dijalani oleh pria asal Bandung ini selama 4 tahun.

KEIN Usulkan Jumlah Entrepreneur 5% dari Populasi

KONFRONTASI -  Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengusulkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar meningkatkan jumlah entrepreneur hingga 5% dari populasi penduduk Indonesia. Peningkatan jumlahnya ini karena mengikuti tren pertumbuhan entrepreneur di berbagai negara di dunia. 

Inilah Para Srikandi yang Berkiprah di e-Commerce Indonesia

KONFRONTASI -  DI balik perusahaan yang kuat ada perempuan yang hebat. Setiap perusahaan punya struktur organisasi agar setiap orang yang bekerja di dalamnya menjalankan tugas dengan maksimal. Mulai dari level staf eksekutif, manajer, hingga level pimpinan.

Dalam perusahaan e-commerce, level pimpinan biasa dilabeli dengan istilah C-Level Management.

Terenyuh Lihat Ibu Tua Kelaparan di Jalanan, Maryono Dirikan Pokja Warjok

KONFRONTASI-- Interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, bisa saja melahirkan semangat bagi siapapun untuk berbagi. Seperti yang dialami Maryono sebelum mendirikan warung nasi Pokja Warjok di di Jalan Tebet Barat I No 21B, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan.

Menengok Potensi Bisnis Gula Semut

KONFRONTASI-Bisnis gula semut sebagai salah satu komoditas strategis nasional patut diperhitungkan. Pasalnya, dalam beberapa tahun ini, sektor gula terus menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Faktor ini tak lepas dari menggeliatnya permintaan baik lokal maupun internasional.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tiwi Manunggal, Sutriyana mengatakan, setidaknya lebih dari 600 karung dalam bentuk kemasan pack terjual ke daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, Bengkulu dan Bali. Usaha ini, kata dia, kurang lebih telah menghasilkan Rp20 juta setiap bulan.

Toko Pakaian Sekolah Ini Bisa Raup Omzet Hingga Rp10 Miliar/Tahun

KONFRONTASI-Bisnis pakaian sekolah tetap menjanjikan, begitu juga di sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Husni Mubaraq (20) pemilik salah satu toko seragam sekolah di kawasan itu mengaku mendapatkan omzet hingga Rp10 miliar per tahunnya.

Ia mengatakan bahwa pembelinya selama ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan  para pedagang di situ sebagian besar menjual secara grosir.

Branding Itu Penting: Belajar dari Kasus Sariwangi

KONFRONTASI-PT Sariwangi AEA yang melahirkan teh Sari Wangi dinyatakan bangkrut oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat pada Selasa 16 Oktober 2018. Perusahaan yang didirikan oleh Johan Alexander Supit pada tahun 1962 ini terlilit hutang lebih dari satu trilyun rupiah. Apakah ini berarti kita tidak bisa menikmati teh celup Sari Wangi ?

Membaca Peluang Bisnis dari Ukuran XXL+

KONFRONTASI-Tidak gampang bagi orang dengan ukuran tubuh di atas kebanyakan untuk mendapatkan pakaian yang diinginkannya. Memang, itu lah kenyataannya karena peritel enggan menyediakannya, dengan alasan pasar kecil dan harganya mungkin juga relatif mahal.

Sudah beberapa dekade, mayoritas peritel mengabaikan potensi perdagangan sektor ini yang sesungguhnya menguntungkan (profitable). Tapi sekarang tidak lagi, sejumlah peritel besar mulai melirik bisnis pakaian ukuran plus ini, setelah mereka sadar akan potensinya.

Pages