23 November 2017

Enterpreunership

Tips agar Startup Dilirik Investor

KONFRONTASI-Analis East Venture Elisa Suteja berbagi tips untuk startup agar mendapat pendanaan dari investor.

Syarat wajib yang menurut Elisa harus dimiliki startup adalah konsep yang matang. Beberapa startup yang ditemu Elisa biasanya masih dalam tahap pengembangan ide.

Tags: 

Ingin Jadi Pengusaha, Mahasiswa Wajib Magang Dulu

KONFRONTASI-Mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha perlu magang atau kerja dulu untuk mendapatkan pengalaman terlebih dahulu sebelum menjadi pengusaha, kata Ketua Harian Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara.

"Sebaiknya memang harus magang atau kerja di perusahaan terlebih dahulu, minimal dua tahun," ujar Ketua Harian Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara, Hadi Cahyadi, di Jakarta, Rabu.

Magang atau kerja di perusahaan lain, hendaknya di perusahaan yang bergerak di bidang yang digeluti.

Tags: 

Pensiun dari Kemiliteran, Mantan Anggota Marinir Ini Sukses Berbisnis Kuliner

KONFRONTASI-Berbisnis perlu keberanian dan harus tahan uji. Karena bisnis itu keras, maka usaha untuk berhasil harus berlangsung keras pula.

Itulah salah satu kiat berbisnis yang dilakoni oleh pensiunan Marinir TNI AL, Sertu Mar (Purn) Rachmat Subekti. Ia akrab disapa Bang Bekti sejak mengikuti Dikcatam (Pendidikan Calon Tamtama ) Angkatan 59 tahun 1984. Naluri bisnisnya sudah tajam sejak masih aktif sebagai Marinir. Gemblengan yang keras di dunia Marinir menambah matang jiwa wirausahanya.

Tags: 

Peternak Sukabumi Kembangkan Sapi Super Berkualitas

KONFRONTASI-Pengusaha sapi di Kota Sukabumi, Jawa Barat mengembangkan sapi berkualitas super mulai dari penggemukan hingga pembibitan yang rata-rata bobot sapi tersebut mencapai 1 ton.

"Kebutuhan daging sapi di Sukabumi memang besar, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas sapi-sapi lokal seperti dengan cara mengawinkan sapi impor dari Kanada maupun Australia," kata pengusaha sapi Sukabumi Ichwan Hamid, Senin.

Dahlan Iskan Tunjukkan Mobil Listrik "Selo" kepada Presiden Jokowi

KONFRONTASI- Dari Sumenep, Presiden Jokowi mampir ke kantor pusat perusahaan media milik Dahlan Iskan di Surabaya, Minggu (8/10/2017) malam. Dalam kesempatan itu, mantan menteri BUMN tersebut memamerkan mobil listrik "Selo" kepada Jokowi.

Mengenal Monkey Business

KONFRONTASI - Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50,000,- per ekor. Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan. 

Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa.   Pendudukpun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu. 

Hotman Paris: Tahun Ini, Target Saya Punya 50 Hotel dan Villa Mewah

Konfrontasi - Pengacara Hutapea Hotman Paris Hutapea rupanya berambisi menjadi pengusaha properti. Tahun ini dia menargetkan memiliki 50 hotel dan villa mewah.

"Saat ini baru 12, tapi tahun ini saya target punya 50 hotel dan villa. Semuanya yang mewah," kata Hotman di Surabaya, Kamis (28/9/2017).

Dia bermimpi menguasai hotel dan villa mewah di kawasan Pulau Dewata, seperti di komplek Pandawa, dan Seminyak.

Akankah Pembuat Mobil Listrik Ricky Elson "Putra Petir" Kembali ke Indonesia? Jokowi Harus Dayagunakan Dia

KONFRONTASI- Saat ini tengah ramai dibicarakan tentang program mobil nasional (mobnas). Sayangnya, berita yang beredar justru program mobnas berasal dari kerja sama dengan Proton Malaysia. Lalu bagaimana dengan program mobnas Esemka dan lainnya? Termasuk juga program mobil listrik yang pernah digaungkan oleh mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan..Indonesia sampai saat ini belum punya mobil listrik yang bisa diproduksi secara massal. Tapi sudah ada beberapa mobil listrik yang dibangun oleh putra bangsa.

Kreatif, Anak Muda Ini Dijuluki Steve Jobs Muda

KONFRONTASI-Tak berlebihan kiranya jika pemuda ini diberi julukan Steve Jobs muda. Pasalnya, anak ajaib di bidang teknologi asal Brisbane, Queensland, ini berhasil mengubah tugas sekolah menjadi bisnis yang berkembang dan menjadikannya CEO pada usia 17 tahun.

Pemuda bernama Scott Millar ini mendirikan BOP, Buy Our Product Industries, tiga tahun yang lalu saat masih duduk di Kelas 9 sebagai bagian dari studi bisnisnya di Sheldon College, bayside, Brisbane, Queensland. Produk pertamanya adalah membuat gantungan kunci berupa tulisan hashtag yang bisa disesuaikan dengan pesanan.

Rekan siswa dipekerjakan untuk membantu membuat gantungan kunci tersebut dengan menggunakan pemotong laser dan menjualnya di pasar lokal. Proyek ini mengajarkan kepadanya bagaimana menjalankan neraca, alur kerja dan menghasilkan keuntungan.

Tapi setelah ia sukses menjadi anak jagoan dalam menciptakan hologram, Scott kemudian mulai bermimpi besar, dan memutuskan untuk mengembangkan perusahaan proyeksi holografiknya sendiri.

Ini menciptakan tampilan 3D individual untuk pasar konferensi Australia.

Rental Wise, perusahaannya ini membuat hologram dalam bentuk apa saja dari mulai seharga 30 dolar AS sampai 2.000 dolar AS per perangkat, tergantung pada ukuran dan kompleksitas hologram. "Kami menghasilkan keuntungan yang fantastis," katanya.

"Ayah adalah investor awal yang menyuntikkan dana sekitar 6.000 dolar AS ke dalam bisnis ini," tambahnya. "Semua sudah dilunasi sekarang dan kami memperoleh keuntungan dan menginvestasikannya kembali."

Scott sekarang mengadakan lokakarya di seluruh Australia untuk meyakinkan remaja lainnya agar dapat mencapai tujuan yang sama, dengan mendorong mereka untuk merangkul teknologi.

Sejauh ini dia telah mengilhami lebih dari 4.000 anak muda untuk memikirkan profesi "pengusaha" ketika harus memilih karir.

Kepada sesama rekan sebayanya, Scott mengatakan itu adalah cara untuk memiliki pekerjaan dengan jaminan masa depan bagi mereka dan hidup mereka saat masih di sekolah.

"Saya ingin mendorong anak-anak untuk menunjukkan bahwa ada jalan lain yang bisa mereka jalani setelah mereka lulus, bukan hanya universitas," katanya.

Bulan depan, dia juga akan menjadi chief executive termuda yang bisa berbicara di event konferensi ‘Creative 3’ yang diselenggarakan oleh Queensland University of Technology (QUT), sebuah pertemuan terbesar di Australia bagi kalangan pengusaha kreatif.

Event organizer, CEO QUT Creative Enterprise Australia, Mark Gustowski, membandingkan remaja tersebut dengan salah satu pendiri Apple yang jenius. "Dia seperti Steve Jobs muda tanpa agresivitasnya," katanya.

"Orang-orang datang kepadanya dan tertarik dengan apa yang sedang dilakukannya," ujarnya. "Mereka ingin tahu siapa Scott dan apa yang mendorongnya."

Wow, Usaha Homestay di Cibodas Bisa Hasilkan Omzet Milyaran dalam Setahun

Konfrontasi - Poster atau papan kayu bertuliskan 'homestay' dapat dengan mudah ditemui di sepanjang Jalan Maribaya-Patrol, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jalur yang berada di ujung timur Lembang itu belakangan ini memang lebih ramai, seiring dengan kehadiran sejumlah tempat wisata di Desa Cibodas. 

Pages